Connect with us

Teknologi Informasi

Mengenal 6 Tanaman Paling Berbahaya Di Dunia

Published

on

Mengenal 6 Tanaman Paling Berbahaya Di Dunia

GENCIL NEWS – Siapa yang menyangka bahwa ada banyak tanaman yang diam-diam sangat beracun bagi manusia. Tanaman ini bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti menyebabkan kejang, mual, sesak napas bahkan hingga kematian.

Pada umumnya memang tumbuhan tidak berbahaya bagi manusia. namun, hal itu tidak berlaku bagi sederet tanaman paling berbahaya di dunia berikut ini.

  • Mata Boneka (Actaea pachypoda)

Tanaman ini memiliki bentuk sangat unik dengan buah warna putih kental disertai titik hitam di tengahnya. Namun siapa sangka, titik hitam ini menandakan tempat konsentrat racun tertinggi. Biji tanaman mata boneka ini mengandung racun cardiogenic, jika  dikonsumsi menimbulkan keracunan hingga gagal jantung yang berujung kematian.

  • Pohon Wolf’s Bane (Aconitum variegatum)

Tumbuhan beracun ini dapat menipu mata kita dengan tampilan daunnya yang memiliki warna sangat menarik. Namun, di balik itu tersimpan racun mematikan yang sejak zaman dahulu sering digunakan untuk mengolesi tombak beracun untuk membunuh serigala.                      Dari situlah nama wolf’s bane (racun serigala) untuk pohon ini berasal.

  • Cicuta (water hemlock)

Tanaman cicuta atau dikenal dengan sebutan water hemlock merupakan jenis tanaman paling beracun dari spesies Apiaceae. Tanaman dengan bunga putih agak kehijauan ini banyak ditemukan di dataran Amerika dan Eropa. Menurut penelitian, orang yang memakan tanaman ini akan mengalami kejang kemudian meninggal.

  • Pohon Manchineel (Hippomane mancinella)

Di Spanyol, pohon manchineel kerap dijuluki pohon kematian. Tanaman paling berbahaya di dunia ini berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan, terkenal dengan buahnya yang sangat beracun. Berdasarkan riset University of Florida, efek getah manchineel dapat menyebabkan sensasi terbakar pada kulit dan juga kebutaan sementara.

  • Dendrocnide moroides (Gympie Gympie)

Hugh Spencer seorang pakar dari Cape Tribulation Tropical Research Station menyarankan untuk segera mencuci area tubuh yang terkena Gympie-Gympie dengan asam hidroklorik, kemuadian menggunakan strip wax untuk mengangkat semua bulu beracunnya.

Gympie memiliki daun lebar berbentuk hati, batang dan buahnya berwarna pink tua atau ungu yang semuanya diselimuti bulu kecil seperti jarum suntik yang menyengat Bila bulu-bulu halus itu tersentuh, racun yang disebut moroidin akan langsung menembus tubuh. Kadang, bulu halusnya yang terbang di udara dan bisa masuk ke hidung akan membuat gatal, ruam, bersin, hingga mimisan.

  • White snakeroot (Ageratina altissima)

Dalam kasus ekstrem, tanaman ini bisa menyebabkan kejang, koma dan kematian! Jika seseorang lolos dari maut setelah mengonsumsi tanaman ini, ia akan merasa lemas hingga beberapa minggu, bahkan Hewan yang tak sengaja memakan tanaman ini pun bisa gemetar dan keracunan.

Racunnya bernama tremetol yang bisa menyebabkan gemetar, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, lemas dan masalah usus serius pada manusia.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Teknologi Informasi

Keunggulan Inovasi Ban Tanpa Udara Buatan TNI AD

Published

on

Ban tanpa udara yang diproduksi Poltekad Kodiklat TNI AD. Foto: Dok. Poltekad Kodiklat TNI AD
Ban tanpa udara yang diproduksi Poltekad Kodiklat TNI AD. Foto: Dok. Poltekad Kodiklat TNI AD

Dalam tayangan video di channel YouTube TNI AD, pengujian tembakan ban tanpa udara dilakukan dengan menggunakan peluru kaliber 5,56 mm.

Seperti yang digunakan pada senapan serbu Pindad seri SS1 dan senapan serbu buatan AS, M16. Uji tembak dilakukan dari jarak maksimal 100 meter. Dan setelah ban terkena tembakan, klaimnya ban masih bisa nyaman digunakan lagi.

Salah satu lembaga pertahanan negara ini, berhasil mengembangkan teknologi berupa ban tanpa udara. Ban tersebut dibuat oleh Politeknik Angkatan Darat (Poltekad), yang diklaim tak bisa bocor dan pecah.

Perwira Teknis 2 Poltekad, Letda Arm Farid Hendro dalam video di kanal YouTube TNI AD mengatakan, inovasi ban tanpa udara itu sangat dibutuhkan oleh militer, terutama matra darat.

Inovasi keunggulan ban tanpa udara buatan TNI AD ini pada awal-awal masa pengembangan masih terganjal persoalan peralatan yang minim dan hasil yang tidak presisi karena cetakan ban dibuat secara manual. Hal itu mengakibatkan kendaraan tidak stabil dan konstruksi ban pecah.

Seiring waktu, pengembangan teknologi ban tanpa udara ini pun mulai menemui hasilnya. Kini teknologi ban tanpa udara buatan Poltekad TNI AD hasilnya lebih presisi dan sudah melewati berbagai uji coba rintangan.

Inovasi Keunggulan dari ban tanpa udara ini dinilai cocok digunakan di medan pertempuran dan setidaknya memiliki 3 kelebihan yang tak bisa dianggap remeh.

Dalam video di kanal Youtube TNI AD tersebut diperlihatkan roda tanpa udara tahan terhadap tembakan senjata ringan, tahan terhadap benda tajam dan ban anti bocor dan anti pecah.

Komandan Poltekad Kodiklat TNI AD Brigadir Jenderal Nugraha Gumilar menjelaskan pembuatan ban tanpa udara dilakukan dengan teknologi, peralatan, dan material sederhana.

Struktur ban tanpa udara yang bentuknya seperti sarang lebah disebut dibuat dari karet dengan campuran senyawa kimia. Struktur yang membedakannya dari ban biasa ini berperan seperti jari-jari pada pelek, jadi mesti dibuat lentur dan kuat untuk menahan beban kendaraan serta gerakan manuver.

Continue Reading

Teknologi Informasi

Google Play Music Resmi Akan Ditutup September 2020

Published

on

Google Play Music Resmi Akan Ditutup September 2020

GENCIL NEWS – Siap-siap untuk mengucap kata pisah kepada Google Play Music,  karena Google mengumumkan akan menutup aplikasi ini dibulan September 2020.

Rencananya akan dimulai dari negara Selandia Baru dan Afrika Selatan, Google Play Music akan mulai diberhentikan pada September 2020. Setelah itu akan disusul kepasar global pada bulan Oktober 2020. 

“Google Play Store akan menghapus akses pembelian dan pemesanan musik. Selain itu, kami juga akan menutup Music Manager dan menyediakan opsi untuk mengunggah dan mengunduh musik dari Google Play Music,” ujar pihak Google. 

Namun, pengguna Google Play Music masih memiliki kesempatan untuk memindahkan library musik ke YouTube Music hingga Desember 2020. Google juga menjamin tersimpannya hal-hal penting seperti daftar putar, unggahan, pembelian, likes, dan lain sebagainya. 

Khusus untuk podcast, pihak Google telah memiliki aplikasi resmi dan nantinya pengguna bisa melakukan transfer ke Google Podcast.

Pihak Google menuturkan, pelanggan yang memutuskan untuk tidak memindahkan akun Google Play Music ke YouTube Music tidak akan dikenakan biaya berlangganan selanjutnya karena Google otomatis membatalkan langganan di akhir siklus penagihan. 

Agar penggunanya mudah melakukan transfer data, Google telah meningkatkan fitur-fiturnya dalam beberapa bulan terakhir, seperti fungsi pembuatan daftar putar, konektivitas dengan perangkat Android dan Google, serta adanya tab discovery baru. 

Apabila pengguna tidak ingin melakukan transfer data ke YouTube Music karena ingin memindahkannya ke tempat lain, Google menawarkan layanan Google Takeout untuk memudahkan pengambilan data. Layanan ini memungkinkan pengguna mendapatkan arsip dari semua daftar putar dan MP3 yang telah dibeli dari Google Play Music. 

Continue Reading

Teknologi Informasi

Reels Terintegrasi di Instagram , Upaya Facebook Jegal TikTok

Published

on

Reels Terintegrasi di Instagram, Upaya Facebook Jegal TikTok

GENCIL NEWS – Aplikasi baru yang disebut “Reels” itu terintegrasi di dalam Instagram sehingga memungkinkan para penggunanya membuat video berdurasi 15 detik dengan menggunakan musik yang sudah ada dalam daftar.

Fitur itu telah diproduksi setidaknya selama dua tahun, setelah diuji-coba di Brasil pada tahun 2018. Penambahan itu terjadi dua hari setelah Presiden Donald Trump memberi Microsoft 45 hari untuk mengakuisisi divisi A.S. dari TikTok milik China berhubung adanya keprihatinan dengan masalah keamanan.

Setelah uji coba Brasil tersebut, Facebook menguji aplikasi itu di Perancis, Jerman dan India, serta berusaha keras untuk melayani kebutuhan beberapa pengguna terbesar TikTok. Aplikasi lainnya, Lasso, berhasil memperkenalkan produk itu ke pasar namun tidak banyak diminati.

CEO TikTok Kevin Mayer menyebut Reels “produk tiruan” yang secara tidak fair memanfaatkan lebih dari 1 miliar pengguna Instagram setelah ” Lasso, aplikasi tiruan lainnya gagal dengan cepat.”

Vishal Shah, Wakil Direktur aplikasi Instagram, mengakui kesamaan produk itu melalui sebuah konferensi video, Selasa (4/8) kepada sejumlah wartawan serta menyatakan, “Inspirasi pembuatan aplikasi datang dari mana-mana,” termasuk dari Facebook dan “ekosistem yang lebih luas.”

Saat ini fitur Instagram Stories memungkinkan para pengguna berbagi foto atau video yang menghilang setelah 24 jam, seperti halnya aplikasi media sosial populer Snapchat. Reels berbeda dari TikTok karena menggunakan beberapa efek augmented reality Instagram yang sudah ada sebelumnya. 

Facebook, Rabu (5/8) meluncurkan sebuah klip video singkat, mirip dengan aplikasi TikTok yang populer di Amerika Serikat dan puluhan negara lainnya.

Continue Reading

Kumpulan Resep Masakan Enak

TRENDING