Mengenal Teknologi Masa Depan Terkini Yaitu Augmented Reality atau AR
Connect with us

Teknologi Informasi

Mengenal Teknologi Masa Depan Terkini Yaitu Augmented Reality atau AR

Published

on

Mengenal Teknologi Masa Depan Terkini Yaitu Augmented Reality atau AR

Gencil News– Teknologi masa depan semakin berkembang setiap saat, evolusi dalam dunia teknologi yang terbaru ialah Augmented Reality atau AR.

Augmented Realityatau AR adalah teknologi yang menggabungkan kegiatan secara real-time  melihat objek maya 2D atau 3D dalam dunia nyata.

Selanjutnya, penggunaanya bisa dari berbagai perangkat seperti handphone, kacamata khusus, kamera, layar, webcam, dan sebagainya.

Perangkat-perangkat tersebut akan berfungsi sebagai output device untuk menampilkan sebuah informasi berupa bentuk video, gambar, animasi, dan model 3D.

Sehingga, pengguna bisa melihat hasilnya dalam cahaya buatan dan alami.  AR  juga menggunakan teknologi SLAM (Simultaneous Localization and Mapping).

Kemampuannya ialah membaca sensor, dan pengukur kedalaman. Misalnya, pengumpulan data sensor untuk menentukkan suatu lokasi, menghitung jarak dari lokasi sebelumnya ke lokasi tujuan dan sejenisnya.

Baca juga   Swab PCR Gratis, Sutarmidji Minta Warga Tes Ke Puskesmas

AR sendiri memiliki beberapa jenis dan metode tergantung pada pengaplikasiannya seperti:

Marker Based Augmented Reality

Beberapa orang menyebutnya image recognition. Karena jenis AR ini memerlukan objek visual khusus dan kamera untuk memindainya dari kode QR hingga simbol khusus.

Markerless Augmented Reality 

Jenis ini yang menjadikan Augmented Reality dipakai secara luas. Markerless AR menggunakan teknologi GPS, pengukur kecepatan, kompas digital serta akselerometer yang tertanam dalam perangkat untuk menyediakan data berdasarkan lokasi kamu.

Jenis ini umum digunakan untuk memetakan arah, dan aplikasi seluler berbasis lokasi lainnya.

Projection Based Augmented Reality

Projection based Augmented Reality bekerja dengan cara memproyeksikan cahaya buatan ke permukaan real. Contohnya seperti hologram film bergenre sci-fi seperti Star Wars.

Baca juga   Tetap PPKM Level Tiga, Edi: Aturannya Tetap Sama Seperti Sebelumnya

Superimposition Based Augmented Reality

Superimposition Based Augmented Reality mampu mengganti tampilan asli dengan augmented, baik full maupun sebagian. Disinilah object recognition memainkan peranan penting.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Teknologi Informasi

Uni Eropa Dukung Tindakan Keras Terhadap Perusahaan Teknologi

Published

on

Perusahaan Teknologi
Foto gabungan logo perusahaan-perusahaan teknologi besar. (AP Photo)


Gencil News – VOA – Negara-negara anggota Uni Eropa (UE), Kamis (25/11), menyetujui sikap bersama mereka pada dua undang-undang penting yang bisa menentukan pengawasan yang belum pernah terjadi terhadap perusahaan teknologi besar atau Big Tech.

Para menteri dari 27 negara anggota UE menyetujui rancangan undang-undang (RUU) tersebut pada pertemuan di Brussel, Belgia yang akan berfungsi sebagai persiapan untuk merundingkannya dengan Parlemen Eropa awal tahun depan.

Undang-Undang (UU) Layanan Digital (DSA) dan pelengkapnya, UU Pasar Digital (DMA), diusulkan oleh Komisi Eropa tahun lalu dan dimaksudkan untuk memberi pembatasan yang belum pernah terjadi kepada Facebook, Google, Apple, Amazon, dan Microsoft terhadap cara mereka melakukan bisnis.

Baca juga   Tetap PPKM Level Tiga, Edi: Aturannya Tetap Sama Seperti Sebelumnya

Komisi, cabang eksekutif Uni Eropa, berharap ke- 27 negara anggota dan Parlemen Eropa akan memperdebatkan dan mengesahkan RUU tersebut menjadi undang-undang nasional pada 2023, tepat sebelum pemilihan di seluruh Eropa pada tahun berikutnya.

Berdasarkan rencana tersebut, iklan politik harus diberi label yang jelas, dan dengan jelas menampilkan nama sponsor, dengan pemberitahuan transparan mengenai berapa biaya iklan dan dari mana asal dana untuk membayarnya. Materi itu harus memiliki tautan langsung ke pemungutan suara atau jajak pendapat yang bersangkutan.

Baca juga   Angkatan Laut Indonesia dan Singapura Latihan Perang di Laut Natuna

Perusahaan seperti Facebook, Google dan Twitter akan menghadapi denda jika mereka tidak mematuhinya.

Versi yang disetujui pada Kamis hampir serupa dengan proposal aslinya, dan selagi menuju parlemen diharapkan akan mengatur Big Tech jauh lebih tegas.

Prancis, sebagai pemegang kursi kepresidenan Uni Eropa berikutnya pada Januari, akan mempelopori pembicaraan dan Presiden Prancis Emmanuel Macron telah membuat kesepakatan mengenai undang-undang itu sebagai prioritas dalam enam bulan pertama masa kepresidenannya.

Kedua RUU itu “mungkin yang paling penting dalam sejarah regulasi digital”, kata Menteri Urusan Digital Prancis Cedric O ketika ia tiba untuk melakukan pembicaraan di Brussels, dan menyebutnya “hari bersejarah”.

DSA adalah upaya untuk menyelaraskan aturan terhadap konten ilegal secara online dan akan menjatuhkan sanksi tegas jika tidak menghapus ucapan ilegal atau memblokir penjualan produk palsu.

Baca juga   AS Khawatir China akan Ketuai Badan Paten PBB

Sementara itu DMA adalah penulisan ulang secara lengkap aturan persaingan saat ini untuk perusahaan Big Tech dan akan memberi mereka daftar apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan dalam melakukan bisnis. 

Continue Reading

Teknologi Informasi

Waspada Penipuan Dengan Menggunakan Robot Trading

Published

on

Waspada Penipuan Dengan Menggunakan Robot Trading
Foto: Ilustrasi/Pexels

Gencil News- Robot trading beberapa minggu ini menjadi tren dalam kalangan para trader karena sangat menggiurkan para investor.

Pasalnya robot trading tersebut jarang losing streak atau rugi beruntun.

Beberapa kalangan investor muda menggunakan robot trading untuk investasi kripto termasuk forex agar mendapat keuntungan yang tinggi.

Robot trading sejatinya merupakan sebuah program khusus yang menghasilkan sinyal trading dan menggunakan algoritma matematika yang memakai indikator teknikal.

Baca juga   Kunci Jawaban Kelas 6 SD Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Selanjutnya, Dalam proses kerjanya alat ini harus terus diawasi dan penggunanya harus menyediakan koneksi internet serta daya listrik yang stabil.

Tujuannya agar terhindar dari kesalahan saat bertransaksi. Selain itu, alat ini juga memerlukan biaya yang cukup besar dalam penggunaannya.

Mengutip dari Liputan 6. Pengamat dan Praktisi Investasi Desmond Wira menuturkan, penggunaan alat ini sudah lama trader gunakan.

Menurut Desmon Ada sebuah file digunakan seperti mq4 dan diinstall di komputer berbentuk software untuk bantu trading secara otomatis.

Selanjutnya trading forex berlangsung selama 24 jam sedangkan trader juga perlu waktu untuk istirahat. Oleh karena itu trader bisa melakukan trading selama 24 jam.

Namun, saat ini, Desmond menuturkan,  penawaran r obot trading yang marak di Indonesia hanya kedok, tetapi sebenarnya money game.

Baca juga   Leave and Goodbye Hasil Kontemplasi Lewat Musik dari Titi Radjo Padma

Ia mengatakan, bahaya dari robot trading palsu ini karena sebenarnya memakai skema money game. Oleh karena itu, penawaran investasi berkedok penawaran dengan mencari member baru. “Uang member baru jadi profit untuk member lama,” ujar dia.

Continue Reading

Teknologi Informasi

Perusahaan Daur Ulang Ubah Kotoran Manusia Jadi Pupuk di Kenya

Published

on

Perusahaan Daur Ulang Ubah Kotoran Manusia Jadi Pupuk di Kenya
Para petani Kenya memanen bawang bombai (foto: ilustrasi).

Gencil News – Sebuah perusahaan daur ulang Kenya meningkatkan sanitasi bagi para penghuni rumah-rumah kumuh di Nairobi, dan mengubah tinja menjadi pupuk bagi para petani.

Sebagian warga di sebuah permukiman kumuh memiliki fasilitas yang tidak dimiliki tetangga sekitar, yaitu WC dalam ruang tertutup dan bisa diakses sepanjang hari. Fasilitas ini menjadi daya tarik bagi warga yang mengontrak rumah.

“Penyewa menginginkan tempat yang toiletnya bisa diakses sepanjang hari. Kalau tidak, mereka akan terus mencari hingga menemukannya,” ujar Deborah Kerubo.

Anita Mutinda adalah salah seorang penyewa yang tertarik dengan adanya fasilitas sanitasi, karena memberinya ketenangan dan menghemat uang. “Kehidupan sulit di luar karena saya harus membayar lima shilling atau Rp635 setiap kali menggunakan WC umum. Dan jaraknya jauh dari rumah. Di sini saya tak perlu bayar sepeser pun,” ujarnya.

Baca juga   Angkatan Laut Indonesia dan Singapura Latihan Perang di Laut Natuna
Petani Kenya mengolah hasil panen mereka (foto: dok).
Petani Kenya mengolah hasil panen mereka (foto: dok).

Mukuru kwa Ruben, seperti banyak permukiman kumuh di ibu kota Kenya, tidak terhubung dengan saluran pembuangan. Sekitar 60% penduduk hidup tanpa sarana sanitasi — faktor utama penyebab penyakit menular.

Elijah Gachoki adalah petugas klinik di puskesmas. “Kami melihat penyakit yang disebabkan kurangnya air bersih, konjungtivitis, dan penyakit kulit, jadi perlu sekali adanya penyediaan sanitasi yang layak, aman dan mencukupi.”

Itu adalah sesuatu yang dijembatani oleh Sanergy, perusahaan penyedia solusi sanitasi. Sanergy menawarkan toilet kering yang memisahkan kotoran cair dan padat, dan juga membantu manajemen kotoran di permukiman kumuh.

Sheila Kibuthu sari Sanergy mengatakan tidak ada kotoran yang terbuang. “Secara rutin kami menyediakan layanan manajemen kotoran dengan mengumpulkan kotoran dan memindahkannya dengan aman ke pabrik daur ulang organik untuk diproses dengan kotoran organik lainnya.”

Baca juga   Pers Menjadi Suluh yang Membuka Pikiran dan Jendela Informasi

Kotoran dari toilet dikumpulkan setiap hari dan dicampur dengan kotoran organik dari masyarakat. Lalu diproses di pabrik Sanergy di luar Nairobi dan dialihkan menjadi pupuk organik dan pakan hewan ternak berprotein tinggi.

“Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi para petani adalah tanah yang tidak subur, jadi pupuk organik membantu memulihkan kesuburan tanah, sehingga petani bisa menambah hasil panen,” imbuh Sheila.

Sanergy yakin banyak petani bisa mendapat manfaat dari gerakan mengubah kotoran menjadi produk yang berguna. Saat ini, ada lebih dari 5.000 WC tersebar di 11 wilayah permukiman kumuh di Nairobi, melayani lebih dari 140.000 warga.

Continue Reading

Teknologi Informasi

Australia Investasikan Rp1 Triliun Untuk Pengembangan Ilmu Kuantum

Published

on

Australia Investasikan Rp1 Triliun Untuk Pengembangan Ilmu Kuantum
Scott Morrison, Perdana Menteri Australia menyampaikan pidato, selama KTT COP26, di SECC di Glasgow, Skotlandia, Senin, 1 November 2021. (Foto: AP)

Gencil News – VOA – Perdana Menteri Australia Scott Morrison, Rabu (17/11), mengatakan negaranya akan mengalokasikan A$100 juta atau sekitar Rp1 triliun untuk mengembangkan teknologi kuantum. Canberra mengalokasikan dana itu setelah mengidentifikasi sembilan bidang teknologi yang diyakini penting untuk kepentingan nasionalnya.

Teknologi kuantum, berdasarkan prinsip-prinsip inti fisika, masih belum terlalu berkembang. Namun teknologi tersebut menjadi primadona para investor yang bercita-cita untuk melakukan revolusi industri di berbagai bidang mulai dari perawatan kesehatan dan keuangan hingga kecerdasan buatan dan prakiraan cuaca, sebagaimana dikutip dari Reuters, Rabu (17/11).

Dalam beberapa bulan terakhir, Australia telah menjanjikan pengeluaran miliaran dolar untuk memodernisasi perekonomiannya dan mengurangi ketergantungan pada China. Hal itu diyakini dapat dicapai dengan memacu industri manufaktur di berbagai sektor, seperti sumber daya dan mineral, serta mendukung pengembangan teknologi rendah emisi.

Baca juga   Kunci Jawaban Kelas 6 SD Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Dalam rangka mempercepat rencana ekonominya itu, Australia akan mendukung sembilan teknologi, yang pertama adalah teknologi kuantum. Sebagian besar dari A$100 juta yang dijanjikan akan digunakan untuk mengkomersialkan penelitian kuantum Australia dan menjalin hubungan dengan pasar global dan rantai pasokan.

“Ilmu pengetahuan dan teknologi kuantum memiliki potensi untuk merevolusi berbagai industri,” kata Morrison dalam pidatonya, Rabu (17/11).

Pengumuman tersebut disambut baik oleh sektor teknologi informasi Australia.

Morrison mengatakan pengembangan teknologi lain yang akan didukung oleh negara tersebut, termasuk diantaranya adalah keamanan siber canggih, komunikasi, ketepatan mineral, kendaraan otonom, dan antibiotik baru. ​Namun, dia juga memperingatkan implikasi etis dari perkembangan baru tersebut.

Baca juga   Gerakan 1001 Start Up Digital, Gotong Royong Bangkitkan Ekonomi Digital

“Kita perlu bertanya pada diri sendiri apa yang harus dilakukan dengan teknologi – bukan hanya apa yang bisa dilakukan,” kata Morrison.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING