Menghadiri Rapat Secara Hologram 3-Dimensi – Gencil News
Connect with us

Teknologi Informasi

Menghadiri Rapat Secara Hologram 3-Dimensi

Published

on

Gencil News – Pandemi Covid membuat banyak di antara kita semakin akrab dengan pertemuan virtual lewat video. Kini sebuah perusahaan rintisan Swiss memperkenalkan cara baru, yakni menghadirkan hologram diri kita ke ruang pertemuan virtual. Berikut laporan Helmi Johannes dari VOA.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Teknologi Informasi

Protipe Roket SpaceX Berhasil Mendarat Sebelum Meledak

Published

on

Protipe Roket SpaceX Berhasil Mendarat Sebelum Meledak
Prototipe Starship SN10 dalam uji coba di fasilitas pengujian SpaceX di Texas Selatan dekat Desa Boca Chica di Brownsville, Texas, 3 Maret 2021. (AFP PHOTO /SPACEX)

Prototipe roket SpaceX berhasil mendarat dengan sendirinya setelah melakukan uji coba ketinggian pada hari Rabu (3/3) dari Boca Chica, Texas. Namun pesawat ruang angkasa itu meledak berkeping-keping sekitar delapan menit setelah mendarat.

Reuters melaporkan, itu adalah upaya pendaratan ketiga yang berakhir dengan bola api setelah Starship sukses melakukan uji terbang. Roket tersebut dikembangkan oleh SpaceX untuk membawa manusia dan 100 ton kargo untuk misi masa depan ke Bulan dan Mars.

Namun, pada tes kali ini, roket tersebut berhasil terbang mengangkasa sejauh 10 kilometer, mengarah turun secara horizontal, kemudian berbalik berdiri tegak dan melakukan pendaratan yang sempurna di fasilitas uji coba Boca Chica, Texas.

Video di landasan peluncuran menunjukkan pesawat itu miring sedikit dan mengeluarkan aliran asap sebelum meledak delapan menit setelah mendarat. Dalam uji coba sebelumnya, pesawat meledak setelah mendarat dengan keras.

Di akun Twitternya, pendiri dan CEO SpaceX Elon Musk mengatakan, “Starship 10 mendarat utuh! RIP SN10, berhenti secara terhormat.” Belum ada penjelasan langsung mengenai mengapa roket meledak. Tetapi diduga ini terjadi karena ada kebocoran bahan bakar.

Roket Starship lengkap, yang akan berdiri setinggi 120 meter saat digabungkan dengan pendorong tahap pertama yang sangat berat, adalah roket. generasi terbaru SpaceX yang dapat digunakan kembali. Musk berambisi untuk membuat perjalanan luar angkasa manusia lebih terjangkau.

Penerbangan orbital Starship pertama direncanakan akan dilakukan pada akhir tahun. Musk mengatakan dia bermaksud untuk menerbangkan miliarder Jepang Yusaku Maezawa keliling bulan dengan Starship pada tahun 2023.

Continue Reading

Teknologi Informasi

Fast Laugh, Fitur Video Dalam Netflix yang Mirip TikTok

Published

on

Fast Laugh, Fitur Video Dalam Netflix yang Mirip TikTok

Gencil News- Fitur video dengan tayangan berdurasi pendek seperti TikTok akan mulai muncul dalam Platform streaming film Netflix.

Platform streaming film ini meluncurkan fitur baru bernama Fast Laugh yang berisi video pendek dengan format vertikal.

Fitur ini mirip dengan tampilan TikTok. Seperti namanya, Fast Laugh berisi berbagai cuplikan kocak dari film atau serial TV bergenre komedi dalam durasi singkat.

Selanjutnya, Menurut Netflix, fitur ini nantinya untuk memudahkan pengguna mencari beragam konten yang bervariatif.

Adapun menurut pihak Netflix lagi, Tampilan Fast Laugh juga nantinya akan d ibuat sangat user friendly bagi pengguna.

“Kami ingin menghadirkan cara yang lebih menyenangkan bagi pengguna untuk mencari aneka momen-momen kocak di katalog film/serial TV kami melalui pengalaman layar penuh,” kata Netflix dalam sebuah pernyataan.

Dengan meng-klik tab tersebut, pengguna akan melihat cuplikan video lucu yang akan terputar secara otomatis berurutan atau juga random.

Selain itu, Netflix mengklaim, ada 100 cuplikan video yang telah dikurasi dan akan tampil bergantian pada laman Fast Laugh.

Fitur Fast Laugh rencananya akan uji coba kali pertama pada versi android dalam beberapa waktu ke depan, sebagaimana mengutip dari Variety, Kamis (4/3/2021).

Untuk ketersediaan, Fitur Fast Laugh kini hadir dalam aplikasi Netflix versi iOS untuk AS, Kanada, Inggris, dan Australia.

Selanjutnya, Belum jelas apakah Indonesia akan mendapat fitur ini atau tidak nantinya.

Continue Reading

Teknologi Informasi

Indeks Keberadaban Digital: Indonesia Terburuk se-Asia Tenggara

Published

on

Indeks Keberadaban Digital
Microsoft pekan ini merilis “Indeks Keberadaban Digital” atau “Digital Civility Index” yang menunjukkan tingkat keberadaban pengguna internet atau netizen sepanjang tahun 2020.

Gencil News – VOA – Microsoft pekan ini merilis “Indeks Keberadaban Digital” atau “Digital Civility Index” yang menunjukkan tingkat keberadaban pengguna internet atau netizen sepanjang tahun 2020. Hasilnya memprihatinkan karena menunjukkan bahwa tingkat keberadaban (civility) netizen Indonesia sangat rendah.

Laporan yang didasarkan atas survei pada 16.000 responden di 32 negara antara April-Mei 2020 itu menunjukkan Indonesia ada di peringkat 29.

Laporan Microsoft: DCI regional summary (Infographic: Microsoft)
Laporan Microsoft: DCI regional summary (Infographic: Microsoft)

Keberadaban yang dimaksud dalam laporan ini terkait dengan perilaku berselancar di dunia maya dan aplikasi media sosial, termasuk risiko terjadinya penyebarluasan berita bohong atau hoaks, ujaran kebencian atau hate speech, diskriminasi, misogini, cyberbullying, trolling atau tindakan sengaja untuk memancing kemarahan, micro-aggression atau tindakan pelecehan terhadap kelompok marginal (kelompok etnis atau agama tertentu, perempuan, kelompok difabel, kelompok LGBTQ dan lainnya) hingga ke penipuan, doxing atau mengumpulkan data pribadi untuk disebarluaskan di dunia maya guna mengganggu atau merusak reputasi seseorang, hingga rekrutmen kegiatan radikal dan teror, serta pornografi.

Survei itu mendapati 47 persen yang disurvei pernah terlibat dalam bullying di dunia maya, 19 persen bahkan mengatakan pernah menjadi sasaran bullying. Kelompok yang paling terpapar bullying di internet adalah generasi Z atau yang lahir antara tahun 1997-2010 (47 persen), kelompok milenial atau yang lahir antara tahun 1981-1996 (54 persen), generasi X atau yang lahir antara tahun 1965-1980 (39 persen) dan kelompok baby-boomers atau yang lahir antara tahun 1945-1964 (18 persen).

Skor Indonesia memang naik delapan poin, dari 67 pada tahun 2019 menjadi 76 pada tahun 2020, tetapi Indonesia tetap menjadi negara dengan warga netizen paling tidak beradab di Asia Tenggara.

Survei Microsoft ini juga menunjukkan bahwa tingkat keberadaban netizen saat ini berada di titik terendah, jika dibandingkan dengan survei tahunan yang sama sejak tahun 2016. Microsoft melakukan survei tahunan ini guna mendorong netizen melakukan interaksi yang lebih sehat, aman dan saling menghormati.

Peran Penting Perusahaan Teknologi Media Sosial

Yang menarik survei ini mendapati bahwa netizen yang dinilai ikut mendorong anjloknya tingkat keberadaban adalah orang dewasa atau yang berusia di atas 18 tahun, yang skornya mencapai +16. Mengingat jumlah pengguna internet di Indonesia yang mencapai lebih dari 202 juta orang atau lebih dari 73 persen total penduduk, angka ini tentu mencemaskan.

Namun Microsoft juga mencatat keinginan besar netizen, yaitu 59 persen, agar perusahaan media sosial ikut memperbaiki tingkat keberadaban lewat berbagai hal. Nilai itu setara dengan yang berharap agar media ikut memainkan peran yaitu 54 persen. Sementara yang berharap pemulihan dilakukan oleh pemerintah mencapai 48 persen, oleh institusi pendidikan 46 persen, dan oleh institusi keagamaan 41 persen.

Continue Reading

Advertisement

KORAN GENCIL NEWS

TRENDING