Sensor Pemantau Kesehatan di Barang Sehari-Hari
Connect with us

Teknologi Informasi

Sensor Pemantau Kesehatan di Barang Sehari-Hari

Published

on

Memantau kesehatan kini bisa dilakukan dengan barang sehari-hari seperti kacamata, cincin bahkan pakaian. Sensor yang dipasang pada barang yang dipakai sehari-hari bisa memantau kesehatan pengguna, mulai dari mendeteksi tekanan darah hingga detak jantung. Berikut laporan Helmi Johannes dari VOA.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Teknologi Informasi

Mulai Awal Juli, Sony Tutup PlayStation Store PS3, PSP, dan PS Vita

Published

on

Mulai Awal Juli, Sony Tutup PlayStation Store PS3, PSP, dan PS Vita

Gencil News- Mulai awal bulan juli 2021, Sony berikan pengumuman resmi akan tutup PlayStation Store PS3, PSP dan PS vita.

Untuk toko game online PlayStation Store pada konsol PlayStation Portable, PlayStation Vita, dan PlayStation 3 tutup pada 2 Juli 2021.

Selanjutnya, Hal tersebut Sony umumkan melalui laman support Sony PlayStation.

Dengan penutupan ini, pengguna ketiga konsol game tersebut otomatis sudah tidak bisa membeli game secara online.

Pengguna juga tidak bisa mengklaim kode PSN pada ketiga konsol game tersebut, atau menggunakan saldo PSN untuk membeli beragam konten pada PSP, PS Vita, atau PS3.

Namun, saldo PSN masih bisa untuk membeli konten atau game dalam PS4 atau PS5.

ilustrasi konsol psp

Lebih lanjut, bagi para pengguna yang sebelumnya telah membeli game atau DLC di PSP, PS VIta, atau PS3.

Masih bisa mengakses dan mengunduh game tersebut kemudian hari.

Selain itu, game PSP, PS Vita, serta PS3 juga bisa dibeli apabila game tersebut memiliki dukungan cross-buy, suatu fitur yang memungkinkan sebuah game bisa dibeli di luar platform intinya.

Terkait penutupan layanan PlayStation Store di PSP, PS Vita, dan PS3 ini, Sony sudah membuat sebuah laman yang merangkum pertanyaan (FAQ). tautan berikut.

Konsol game PSP, muncul sekitar tahun 2005 dan berhenti d iproduksi pada tahun 2014.

Sedangkan PS Vita pada 2011 lalu dan berhenti produksi sekitar Maret 2019.

Adapun PS3 sendiri sudah ada penerusnya, yaitu PS4 dan PS5. Sementara itu, PS Vita, yang merupakan suksesor dari PSP, belum ada generasi terbarunya.

Continue Reading

Teknologi Informasi

Meluncur di Indonesia Jaringan 5G Masih Terbatas

Published

on

Meluncur di Indonesia Jaringan 5G Masih Terbatas

Gencil News- Indonesia kini sudah menyediakan layanan untuk Jaringan 5G yang sudah resmi meluncur secara terbatas pada Kamis (27/5/2021).

Operator pertama yang meluncurkan layanan jaringan 5G adalah Telkomsel setelah mengantongi Surat Keterangan Laik Operasi (SKLO) dari Kemenkoinfo.

Selain itu, Ternyata saat ini belum semua posel 5G yang ada di pasaran bisa menikmati jaringan 5 G di Indonesia.

Mengutip pemberitaan Kompas.com, 28 Mei 2021, hal ini karena pita (band) pada masing-masing perangkat belum tentu kompatibel dengan pita yang operator seluler Indonesia pakai untuk menggelar 5G.

Sementara ini, layanan jaringan 5G Telkomsel masih terbatas dan menggunakan band n40 pada frekuensi 2,3 GHz.

Oleh karena itu, kriteria utamanya sebuah perangkat bisa menggunakan teknologi ini adalah dengan mendukung band n40.

Dalam rilis resminya, Telkomsel juga mengatakan pihaknya akan menghadirkan mitra device yang lebih bervariasi untuk pelanggan Telkomsel.

Variasi tersebut termasuk dengan Apple maupun Samsung. Adapun pada tahap awal ini, pelanggan perlu melakukan proses penyesuaian di perangkat lunak/software smartphone.

Agar smartphone tersebut dapat terhubung dengan layanan Telkomsel 5G, yang mana prosedurnya akan disediakan oleh masing-masing produsen smartphone.

Menurut The Verge Jaringan 5G menjanjikan kecepatan yang dapat membuat internet seluler setara dengan Wi-Fi.

Secara teknologi, jaringan ini merupakan evolusi dari teknologi seluler kita saat ini. Tiga pendekatan berbeda untuk 5G membuat perubahan bertahap itu menjadi sangat jelas.

Continue Reading

Teknologi Informasi

Pengguna Facebook, Instragam Kini Bisa Sembunyikan Jumlah ‘Like’

Jika Anda mengunggah sebuah foto ke media sosial dan Anda tidak tahu berapa banyak orang yang akan menyukai foto tersebut, apakah Anda akan tetap mengunggahnya?

Published

on

Pengguna Facebook, Instragam Kini Bisa Sembunyikan Jumlah ‘Like’
Tanda "likes (suka)" Facebook tampak di layar Apple Ipad di Encinitas, California, 14 Agustus 2013.

Gencil News – VOA – Kantor berita Associated Press melaporkan, mulai sekarang, para pengguna Instagram dan Facebook bisa mencari tahu. Sejak Rabu (26/5) dua platform media sosial itu meluncurkan fitur yang bisa menyembunyikan angka yang menunjukkan berapa banyak orang yang menyukai kiriman teks dan foto oleh pengguna.

Instagram mulai menyembunyikan fungsi ‘likes’ atau ‘suka’ pada 2019 sebagai bagian dari upaya untuk membuat aplikasi media sosial itu lebih bersahabat dan mengurangi tingkat stres para pengguna. Meskipun banyak pengguna yang menyambut baik fitur ini, tetapi sebagian lain, termasuk para influencer, khawatir jika hal tersebut menghilangkan pengalaman bermedia sosial. Saat itu, Instagram tidak memberikan pengguna pilihan untuk menyembunyikan atau tidak jumlah ‘like’. Hal itu tidak disukai oleh beberapa pengguna.

Sekarang, setelah sebuah tes yang diumumkan pihak perusahaan bulan lalu, pengguna dapat memilih untuk menggeser tombol yang bisa menghilangkan tampilan jumlah ‘like’. Sebagai gantinya, yang akan muncul adalah keterangan “disukai oleh Beyonce dan lainnya” (jika Beyonce dan pengguna lainnya, benar-benar, menyukai foto Anda.

Untuk menyembunyikan jumlah ‘like’ di Instagram, Anda bisa masuk ke bagian pengaturan dan klik bagian “posts”. Jika Anda memilih untuk mematikan fungsi jumlah ‘like’, hal tersebut berlaku untuk semua unggahan Anda. Sebagai tambahan, Anda juga bisa menyembunyikan jumlah postingan individu sebelum dipublikasikan.

Anda juga bisa memilih untuk menyembunyikan jumlah like sebelum mempublikasikan sebuah unggahan. Atau, Anda bisa menyetel “on” atau “off” setelah unggahan itu muncul.

Fitur ini tersedia untuk pengguna Instagram mulai Rabu (26/5) dan untuk pengguna Facebook dalam beberapa minggu ke depan. 

Continue Reading

Teknologi Informasi

Kolaborasi 3 Fitur Keamanan dan Privasi baru Dari Google

Published

on

Kolaborasi 3 Fitur Keamanan dan Privasi baru Dari Google

Gencil News- Google memperkenalkan 3 fitur terbarunya. ketiga kolaborasi ini bertujuan untuk menjaga keamanan data milik pengguna.

Fitur-fitur ini nantinya bertujuan agar pengguna dapat lebih mengontrol data miliknya.

Pertama, ada fitur quick delete di Google Search. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menghapus cepat hasil penelusuran selama 15 menit terakhir di riwayat penelusurannya, dengan sekali ketuk melalui menu di akun Google.

Kedua, ada fitur pengingat histori lokasi dalam linimasi Google Maps. Sekarang, pengguna bisa melihat riwayat tempat-tempat yang pernah pengguna kunjungi dari linimasi Maps.

Fitur ini akan aktif apabila pengguna telah mengaktifkan “location history” pada Maps.

Ketiga, Google mengumumkan bahwa pengguna bisa mengubah kata sandi yan disimpan pada suatu situs web, langsung dari password manager milik Google. Fitur ini akan diluncurkan secara bertahap ke Chrome di Android, dimulai dari wilayah AS.

Selain itu, sejumlah fitur baru dan beberapa peningkatan, khususnya pada desain, yang kini tampil lebih simpel.

Beberapa pengembangan inovasi keamanan privasi data bagi penggunanya adalah melalui fitur akses one-tap ke akun Google, pengaturan data melalui fitur pencarian, peta dan asisten, hapus otomatis, mode incognito, dan efisiensi data.

Dengan teknologi keamanan internal yang canggih akan membantu mendeteksi dan memblokir ancaman seperti spam, malware, serta virus.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING