Travel

Fans Piala Dunia Off Road di Gurun Qatar

Fans Piala Dunia Off Road di Gurun Qatar
Para pengendara mobil gurun (dune buggies) melaju di antara orang-orang yang berlalu-lalang di pinggir laut, sekitar 40 kilometer selatan Doha, Qatar, 19 April 2019. (AP/Kamran Jebreili)

Gencil News – Penggemar dari seluruh dunia akan tiba di Qatar untuk Piala Dunia 2022. Ini pertama kali turnamen sepak bola diadakan di Timur Tengah. Pengunjung yang hendak menikmati kehidupan lokal, mungkin banyak yang tertarik pada deru mesin mobil gurun di bukit pasir Qatar.

Tidak sampai satu jam dari Doha, pengunjung Qatar akan tiba di Pantai Sealine. Di sini, padang pasir bertemu dengan laut.

Ratusan orang berkumpul di padang pasir itu untuk menyaksikan reli mobil ATV. Suara kendaraan yang menderu-deru ditingkahi sorakan orang-orang yang menyemangati favorit mereka.

Para pereli gurun ini menerjang bukit-bukit pasir. Dikenal sebagai dune bashing, olahraga ini merupakan hobi nasional bagi banyak orang Qatar.

Baca juga   Lion Air Buka Penerbangan Pontianak-Yogyakarta, Harga Tiketnya Murah
Kendaraan 4x4 bersiap untuk dune bashing, juga dikenal sebagai safari gurun, di gurun Sealine Qatar, sekitar 63 kilometer selatan ibu kota Doha, 8 Januari 2021. (KARIM JAAFAR / AFP)
Kendaraan 4×4 bersiap untuk dune bashing, juga dikenal sebagai safari gurun, di gurun Sealine Qatar, sekitar 63 kilometer selatan ibu kota Doha, 8 Januari 2021. (KARIM JAAFAR / AFP)

Setiap akhir pekan, massa berkumpul, menyaksikan keterampilan pereli di bukit pasir. Ribuan mobil ikut serta. Dan kini, massa yang datang ke Qatar untuk menyaksikan Piala Dunia 2022 juga bisa merasakan budaya lokal tersebut.

Mohammed Wazir adalah seorang dune basher profesional. Ia telah off road di bukit pasir sejak remaja. “Jadi, ini semacam budaya remaja di sini. Kalau masih muda, remaja, kita hanya punya hobi mengemudi ke padang pasir dan kita menyaksikan orang lain dan itu menyenangkan,” jelasnya.

Wazir mengungkapkan, ia menikmati sensasi berkendara naik turun di pasir yang lembut. “Sejak saya masih remaja, 22 tahun lalu, saya ingin berkendara ke padang pasir. Tentu saja, saya berkali-kali terjebak di pasir. Seiring berjalannya waktu, saya belajar dan saya menganggapnya sebagai sebuah profesi,” jelasnya.

Baca juga   Seorang Istri Bunuh Suami Karena Muak Berisik Nonton Piala Dunia

Wazir dan yang lainnya berharap dapat memberi penggemar sepak bola sensasi di bukit pasir.

Selain dune bashing, pengunjung yang tur ke gurun di Qatar bisa merasakan menunggang unta dan mencicipi masakan lokal di tengah gurun. Pengunjung juga dapat memilih untuk bermalam di kemah dan mendapatkan pengalaman kehidupan orang-orang Bedouin sepenuhnya.

Bagi pemandu wisata gurun, Mohammed Afana, pergi ke gurun adalah pelarian dari kehidupan. “Serius. Ini adalah alam semesta lain, jauh dari masalah kita, jauh dari lalu lintas. Pikiran jadi tenang. Saya sangat bahagia. Setiap kali libur kerja, saya datang ke sini,” komentarnya.

Dua bersaudara bersiap untuk naik dune buggies di sebuah kamp di Sealine Beach Road, sekitar 40 kilometer selatan Doha, Qatar, 19 April 2019. (AP/Kamran Jebreili)
Dua bersaudara bersiap untuk naik dune buggies di sebuah kamp di Sealine Beach Road, sekitar 40 kilometer selatan Doha, Qatar, 19 April 2019. (AP/Kamran Jebreili)

Dune bashing bisa berbahaya. Perlu keterampilan mengemudi tingkat tinggi dan pemahaman tentang cara mobil bergerak di gurun, kata pereli gurun Nasser el Kaaba. Ia menambahkan, “Ini adalah olahraga yang berbahaya. Kesalahan mungkin terjadi, pada para profesional sekalipun. Kita harus memperkirakan apa saja bisa terjadi.”

Berminat menikmati reli off road di gurun? Anda bisa melakukannya dengan membayar mulai dari $70 dolar per orang.

Baca juga   Neymar Tampil Spektakuler Saat Brasil Mengalahkan Kroasia 2-0

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERPOPULER

To Top