Mempawah Akan Terapkan Razia Prokes Pada 5 Kecamatan
Connect with us

Kabupaten Mempawah

Mempawah Akan Terapkan Razia Prokes Pada 5 Kecamatan

Published

on

Mempawah Akan Terapkan Razia Prokes Pada 5 Kecamatan
Wakil Bupati mempawah Muhammad Pagi

Gencil News – Dalam menekan jumlah kasus Covid-19 Tim Gugus Tugas Covid-19 Mempawah terus mengupayakan untuk mengembalikan Mempawah ke zona hijau.

Dengan itu, Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi mengatakan pemkab mempawah telah menginstruksikan kepada seluruh anggota Satgas Covid-19. Untuk segera mengambil langkah-langkah strategis untuk memutus penyebaran virus Covid-19.

Ia mengatakan Pemkab Mempawah telah melakukan rapat terkait penanganan Covid-19 pada Rabu 24 Maret 2021

“Ya, sudah kita instruksikan kepada Satgas Covid-19, untuk mengambil langkah strategis penertiban Prokes. Mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mempawah,” jelasnya, Kamis 25 Maret 2021.

Muhammad Pagi mengungkapkan Pemkab Mempawah akan menjalankan kembali Perbup Nomor 50 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Dalam Perbup tersebut termasuk juga pelaksanaan razia pada tempat-tempat ramai.

“Pencegahan dan pengendaliannya baik berupa himbauan Prokes, penegakan disiplin prokes, dan razia tempat-tempat keramaian. Ataupun upaya-upaya lainnya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini,” katanya.

Dengan kondisi angka kasus Covid-19 yang semakin meningkat, Maka menurutnya perlu adanya peraturan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mempawah.

Ia mengatakan penertiban penertiban penerapan Prokes mengutamakan wilayah prioritas pada 5 Kecamatan yang memiliki angka kasus lumayan tinggi.

“Fokus prioritas berada pada 5 Kecamatan yakni Anjongan, Toho, Mempawah Hilir, Segedong dan Sungai Pinyuh,” jelasnya.

Dengan itu ia berharap kebijakan ini dapat menekan angka Covid-19.

“Harapan kita semua pasti ingin pandemi ini segera berakhir, dan semua kembali normal seperti sedia kala, untuk itu kami dari Pemerintah Kabupaten Mempawah tetap mengimbau masyarakat untuk tetap taat dan patuh pada penerapan protokol kesehatan,” pungkasnya


Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kabupaten Mempawah

Syukuran Dua Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Mempawah

Published

on

Syukuran Dua Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mempawah
Syukuran Dua Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mempawah foto/Data : MC mempawah

Gencil News – Syukuran memperingati genap dua tahun kepemimpinan Bupati Erlina bersama Wakil Bupati Muhammad Pagi, juga bertepatan dengan momen istimewa bagi Bupati Erlina, yaitu genap berusia 51 tahun digelar di rumah dinas Bupati Mempawah, Rabu (14/4/2021) sore.

Kegiatan dirangkai dengan buka puasa dan salat magrib bersama unsur Forkopimda, para pejabat Pemkab Mempawah, alim ulama, dan tokoh masyarakat. Turut hadir, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan.

Erlina mengucapkan terima kasih kepada para undangan yang hadir. Ia mengatakan, pada hari ini 14 April bertepatan dengan dua tahun dirinya dan Muhammad Pagi menjabat sebagai Bupati, dan Wakil Bupati Mempawah.

“Kami akui selama dua tahun memimpin Kabupaten Mempawah, tentu masih banyak kekurangan dari visi dan misi kami yang belum tercapai. Mudah-mudahan kami selalu mendapatkan dukungan dari bapak, ibu, dan masyarakat untuk membantu sisa kepemimpinan kami yang masih tiga tahun lagi,” harapnya.

Terlebih lagi, kata Erlina pada saat ini situasi pandemi COVID-19 masih ada, dan kendala itulah salah satu penyebab terhambatnya pembangunan di Kabupaten Mempawah.

Lebih lanjut, Erlina memaparkan sejumlah program pembangunan di Kabupaten Mempawah yang sedang berjalan. Diantaranya pembangunan Rumah Sakit dr Rubini 3 lantai, yang belum lama ini telah ditinjau oleh Sekjen Kemenkes RI, Oscar Primadi, dan penyediaan sarana air bersih.

“Insya Allah, pada tahun 2021 ini Rumah Sakit sudah bisa dioperasionalkan. Dan tahun 2022, untuk PDAM akan kami upayakan sudah baik kondisinya, sehingga kebutuhan penyediaan air bersih untuk masyarakat sudah bisa terpenuhi,” ungkapnya.

Selain itu, di Kabupaten Mempawah juga sedang di bangun pelabuhan internasional Kijing dan Smelter yang termasuk salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Juga untuk menunjang semua itu, telah dibangun Unit Kerja Kantor (UKK) Imigrasi Mempawah, sudah rampung 99% persiapannya, dan tinggal menunggu diresmikan oleh Sekjen atau Kakanwil.

“Untuk itu, saya mengimbau kepada Pemerintah Daerah dan masyarakat harus jeli melihat peluang yang bisa diambil dari Proyek Strategis Nasional tersebut. Kita harus mempersiapan diri, jangan sampai setelah beroperasi nanti masyarakat setempat hanya menjadi penonton,” ujar Erlina.

Tidak lupa, Erlina mengatakan, selama dalam kepemimpinannya bersama Wakil Bupati, mungkin ada ketidaknyaman dalam memberikan pengarahan, mohon kiranya dapat dipahami. Karena bagaimanapun juga intinya adalah untuk kebaikan bersama, serta memenuhi amanah dari masyarakat Kabupaten Mempawah.

“Mari kita bersama-sama membangun Kabupaten Mempawah ini. Mudah-mudahan visi dan misi kami, yaitu menjadikan Kabupaten Mempawah yang cerdas, mandiri, dan terdepan dapat kita wujudkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, mengucapkan selamat ulang tahun ke-51 kepada Bupati Erlina. Ia mendoakan semoga Bupati Erlina diberi kesehatan, kebahagiaan, dan kemudahan dalam memimpin Kabupaten Mempawah bersama dirinya. Ia juga menyampaikan, dirinya akan setia untuk mendampingi Bupati hingga akhir masa jabatan tiga tahun mendatang.

“Alhamdulilah, sejumlah prestasi telah kita raih selama ini. Prestasi ini bisa terwujud berkat kerjasama antara Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, forkopimda, seluruh OPD, dan stakeholder yang ada di Kabupaten Mempawah,” ungkapnya.

Di dalam perjalanan waktu dua tahun ini, diakuinya tentu ada kekurangan dan kelemahan. Hal ini dinilainya sebagai motivasi untuk selalu membangun sinergitas, kekompakan serta keharmonisan untuk membangun Kabupaten Mempawah.

“Oleh karena itu, saya mengajak jajaran Forkopimda, kepala OPD, Camat dan seluruh elemen masyarakat, mari kita bangun Kabupaten Mempawah yang kita cintai ini, agar menjadi daerah yang baidatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujarnya.

Wakil Gubenur Kalbar, Ria Norsan menilai, dilihat dari sisi manajemen OPD Kabupaten Mempawah sudah mengalami kemajuan. OPD sudah mulai berpacu dan meningkatkan program-programnya.

Untuk menilai suatu pemimpin daerah berhasil atau tidak, kata Ria Norsan, yang pertama kita lihat dari sisi konstitusinya, yaitu Undang- Undang Nomor 23 tahun 2014, kemudian kita lihat juga kemajuan dan perubahan yang ada di masyarakat.

Jadi, tegas Norsan, Bupati dan Wakil Bupati diberi waktu lima tahun oleh konstitusi. Seandainya dalam 5 tahun kedepan dinilai oleh masyarakat berhasil, maka mereka masih mempunyai kesempatan untuk melanjutkan lagi periode kedua. Sebaliknya, jika tidak adanya kemajuan suatu daerah, masyarakat berhak untuk tidak memilih lagi.

“Untuk itu, saya mengingatkan kepada Bupati dan Wakil Bupati, prioritaskanlah program-program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat. Jadi, saya setuju dengan program kesehatan, yaitu pembangunan Rumah Sakit dan penyediaan air bersih,” katanya.

Terakhir Ria Norsan mendoakan Bupati dan Wakil Bupati semoga selalu diberikan kesehatan dan kemudahan dalam memimpin Kabupaten Mempawah.

“Kunci keberhasilan dari pemerintahan adalah sinergitas antara OPD, Forkopimda, tokoh, dan elemen masyarakat. Insya Allah, saya selaku Wakil Gubernur, apa yang menjadi program-program Kabupaten Mempawah, dan seandainya bisa kita programkan di Pemerintahan Provinsi, maka akan kita bantu semaksimal mungkin,” pungkasnya.

Continue Reading

Kabupaten Mempawah

PAC IPNU Dan IPPNU Segedong Kaji ASWAJA Dan Keamanan Negara

Published

on

By

PAC IPNU Dan IPPNU Segedong Kaji ASWAJA Dan Keamanan Negara

Gencil News – Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Kecamatan Segedong Kabupaten Mempawah Gelar Pengajian Tentang Peran Aswaja Dalam Pendidikan Dan Keamanan Negara.

Kegiatan tersebut berlangsung di pondok pesantren Mambaul Ulum Al-Hamidiyyah, Kecamatan Segedong minggu (11/04/2021).

Abdul Hasib sebagai tokoh agama daerah tersebut mengatakan bahwa peran aswaja di sektor pendidikan. Bukan semata –mata hanya sebuah hak saja melainkan kunci memasuki kehidupan baru yang juga menjadi tanggung jawab bersama yang harmonis antara masyarakat dan pemerintah.

“Fungsi pendidikan NU yaitu untuk mencerdaskan manusia dan bangsa serta memberikan wawasan agar menjadi penompang bangsa,” ujar Abdul Hasib

Abdul hasib juga memaparkan untuk menciptakan pendidikan yang baik NU perlu proses pendidikan yang terencana ,teratur serta terstruktur. Sehingga sekolah menjadi salah satu program permanen NU selain non-formal seperti pesantren.

“Perlu terciptanya manusia yang unggul dan tersedianya kader-kader bangsa yang cakap dan terampil. Serta bertanggung jawab dalam bangsa dan negara yang berakhlakul karimah,” terangnya

Tujua kegiatan yang dilaksanakan oleh PAC IPNU IPPNU ini selain sebagai wadah pembelajaran juga. Agar rekan rekanita ini melek akan lebih meningkatkan kualitas pendidikan baik formal maupun non-formal.

Citizen Report : Sumi

Continue Reading

Kabupaten Mempawah

Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan di Mempawah

Published

on

Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan
Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan di Mempawah - Foto Data : Pemkab Mempawah

Gencil News – Sebagai upaya mencapai sanitasi total melalui pemberdayaan masyarakat. Desa Penibung dan Desa Kuala Secapah Kecamatan Mempawah Hilir menyelenggarakan Deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan yang dilaksanakan, Selasa (6/4/2021) di Mempawah Convention Center (MCC).

Turut dihadiri Bupati Mempawah, Erlina, Forkopimda, Kepala OPD, Camat, Forkopimcam, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Mempawah, Kepala Desa Penibung dan Kuala Secapah serta tamu undangan lainnya.

Tujuan ODF adalah untuk memastikan status suatu komunitas masyarakat yang menyatakan bahwa secara kolektif mereka telah bebas dari prilaku buang air besar sembarangan.

Bupati Erlina mengatakan, pembangunan kesehatan meliputi berbagai sektor, diantaranya adalah sektor penyehatan lingkungan. Upaya dalam pembangunan kesehatan, yaitu Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang merupakan pendekatan untuk merubah prilaku higienis dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dalam rangka memperkuat upaya pembudayaan hidup bersih dan sehat.

“Dampak yang diinginkan dari STBM adalah menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya,” ucapnya.

Lebih lanjut, kata Erlina, sampai saat ini masih banyak ditemukan prilaku buang air besar di sembarang tempat. Ini terjadi diakibatkan oleh tingkat sosial ekonomi yang rendah, pengetahuan di bidang kesehatan yang kurang, serta kebiasaan buruk yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Masyarakat yang masih berprilaku tidak baik tersebut perlu dilakukan pemicuan, dengan tujuan mendorong terjadinya perubahan prilaku dan paradigma kesehatan, agar masyarakat terbebas dari buang air besar disembarang tempat.

“Saya mengapresiasi kepada desa dan kelurahan yang telah ODF, semoga kegiatan ini akan menjadi pemicu bagi desa dan kecamatan lainnya yang ada di Kabupaten Mempawah. Dan saya juga mengimbau kepala desa/lurah agar berupaya untuk mencapai ODF, sesuai dengan komitmen yang telah dibuat pada tahun 2020, sehingga kedepannya derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Mempawah semakin meningkat,” ujar Erlina.

Continue Reading

Kabupaten Mempawah

MKKS SMA Kabupaten Mempawah Inginkan PTM Dilaksanakan Kembali

Published

on

MKKS SMA Kabupaten Mempawah Inginkan PTM Dilaksanakan Kembali
Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) beraudiensi dengan Bupati Mempawah, Erlina perihal proses belajar mengajar yang terkendala pandemi Covid-19, Kamis (18/3/2021) di ruang kerja Bupati Mempawah. - Foto Pemkab Mempawah

Gencil News – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) beraudiensi dengan Bupati Mempawah, Erlina perihal proses belajar mengajar yang terkendala pandemi Covid-19, Kamis (18/3/2021) di ruang kerja Bupati Mempawah.

Untuk mengatasi hal ini, MKKS sepakat meminta petunjuk dan dukungan Bupati Mempawah untuk meminta kelonggaran kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Indang Maryati, Ketua MKKS SMA Kabupaten Mempawah mengatakan, bahwa betapa pentingnya kegiatan belajar tatap muka untuk menjaga kualitas pendidikan siswa-siswinya.

“Apalagi ujian tingkat SMA akan dilaksanakan pada 29 Maret 2021, hal ini perlu dipersiapkan. Kami berharap kegiatan belajar tatap muka dapat dilaksanakan kembali.” Ungkap Indang.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Segedong, Mahmud Hasan yang juga turut dalam audiensi ini mengatakan bahwa MKKS menjamin setiap sekolah telah siap melaksanakan proses pendidikan tatap muka.

“Kita juga siap dengan protokol kesehatan. Dan ini bisa dicek di sekolah kami masing-masing.” Terang Mahmud.

Mahmud Hasan juga menyatakan keprihatinan dirinya melihat siswa yang selama ini belajar di rumah, cenderung memanfaatkan waktunya untuk bermain di luar, di mana lebih rentan terpapar covid-19.

Sementara itu, Bupati Mempawah mengatakan, bahwa dirinya telah mendapat banyak keluhan dari masyarakat, khususnya wali murid yang resah dengan diterapkannya sistem belajar di rumah.

“Tentunya kita lebih menginginkan untuk anak-anak masuk sekolah, agar pendidikannya tidak merosot. Dan hal ini perlu dikaji betul-betul dengan melibatkan banyak pihak, nanti kita coba konsultasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi,” pungkasnya.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

TRENDING