Khutbah Jum’at tentang Tawakal dan Pengaruhnya Terhadap Nilai
Connect with us

Mimbar Islam

Khutbah Jum’at tentang Tawakal dan Pengaruhnya Terhadap Nilai Keimanan

Published

on

Khutbah Jum’at tentang Tawakal dan Pengaruhnya Terhadap Nilai Keimanan

GENCIL NEWS – Khutbah Jum’at tentang tawakal dan pengaruhnya terhadap nilai keimanan. Kaum muslimin yang di rahmati Allah ta’alaa berikut adalah materi khutbah Jum’at tentang tawakal dan pengaruhnya terhadap nilai keimanan.

KHUTBAH PERTAMA

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه

قال الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ، فإِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ

Kaum muslimin jamaah shalat jumat yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Dengan senantiasa memanjatkan rasa puja dan syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala limpahan rahmat dan karuniaNya kepada kita, terutama adalah kenikmatan maunya diri ini untuk dibawa kepada ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, mampunya kita melawan hawa nafsu yang selalu menggoda untuk kita ingin bersenang-senang dan meninggalkan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kita bersyukur kepada Allah dijaganya kita untuk selalu tetap dalam keimanan, dijaganya kita tetap dari dalam keislaman dan terhindarnya kita dari berbagai macam bentuk hal-hal yang akan merusak iman kita, yang akan merusak Islam kita. Ini satu nikmat yang tidak ada nilainya.

Bahkan sebagian para Nabi menginginkan nikmat ini untuk para kerabatnya, orang-orang tuanya, namun hal itu tidak mereka dapati. Tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala:

فَيُضِلُّ اللَّـهُ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي مَن يَشَاءُ

“Allah sesatkan siapa yang Dia kehendaki dan Allah beri petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki” (QS. Ibrahim[14]: 4)

Kemudian sebagai umat Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, sepantasnyalah kita untuk selalu perbanyak ungkapan shalawat dan salam sebagai harapan bagi kita agar kita benar-benar mendapatkan syafaatnya di hari kiamat, dimana semua manusia mencari pertolongan. 

Dan tiada pertolongan dan harapan pada hari itu kecuali hanya Allah, kemudian Allah memberikan kepada para Anbiya, memberikan syafaat kepada umatnya. Rasul kita Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah menyimpan doa yang paling makbulnya untuk sebagai syafaat bagi umatnya. 

Ini sebagai bukti kecintaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada umatnya. Maka sepantasnyalah kita untuk memperbanyak ungkapan shalawat dan salam, terutama dihari yang penuh berkah ini.

اللهم صلي وسلم على نبينا الكريم وعلى اله واصحابه اجمعين

Saudara-saudaraku seiman, dalam khutbah yang singkat ini, kita ingin berbincang sekilas tentang tawakal dan pengaruhnya terhadap nilai keimanan kita. 

Dizaman ini, kita hidup penuh dengan banyak tantangan, ancaman, godaan, penuh dengan warna-warni bentuk kedzaliman, fitnah-fitnah, dihantui oleh berbagai rasa ketakutan, baik itu berupa penyakit ataupun musuh-musuh. 

Juga dihantui oleh macam bentuk ketakutan kepada kedzalim-kedzaliman yang terjadi. Tambah lagi musibah-musibah yang silih berganti.

Seandainya kita tidak memiliki rasa tawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala menghadapi ini, sungguh kita akan terjatuh kedalam suatu kenistaan dan kehancuran, frustasi, bahkan mungkin gila dan bunuh diri. 

Tapi orang-orang yang beriman, jika dia melihat bagaimana peristiwa-peristiwa para Anbiya, baik kita sebagai dai yang menemui rintangan dan tantangan dalam dakwah kita, dilarang membangun masjid, distopnya kajian di masjid-masjid, dilarangnya membangun berbagai bentuk lembaga pendidikan, dihambat, difitnah, dihina, kalau kita kurang tawakal kepada Allah, tentu kita akan mundur dari medan perjuangan.

Mari sekilas kita lihat perjuangan para Nabi, kita akan baca ayat kisah para Nabi di sini. Pertama tentang bagaimana Nabi Musa ketika Bani Israil ditindas sejadi-jadinya oleh Firaun di Mesir. Apa nasihat Nabi Musa? Allah kisahkan hal ini dalam surat Yunus ayat 83-85:

فَمَا آمَنَ لِمُوسَىٰ إِلَّا ذُرِّيَّةٌ مِّن قَوْمِهِ عَلَىٰ خَوْفٍ مِّن فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِمْ…

Baca juga   Pelaku Perkosaan Anak di Tahanan Polsek Ditangkap, Polri Minta Maaf

“Tidak ada yang beriman dengan Nabi Musa itu kecuali sedikit dari keturunan kaumnya (Bani Israil) dan mereka penuh rasa takut terhadap Firaun dan bala tentaranya…”

أَن يَفْتِنَهُمْ

“Yang mana Firaun dan bala tentaranya akan menyiksa mereka.”

وَإِنَّ فِرْعَوْنَ لَعَالٍ فِي الْأَرْضِ

“Dan Firaun itu benar-benar melakukan penindasan yang berlebih-lebihan di muka bumi ini.”

وَإِنَّهُ لَمِنَ الْمُسْرِفِينَ

“Firaun itu benar-benar  telah melampaui batas dalam kekejamannya dan kezalimannya.”

Apa kata Musa kepada kaumnya?

يَا قَوْمِ إِن كُنتُمْ آمَنتُم بِاللَّـهِ

“Wahai kaumku, jika kalian benar-benar beriman kepada Allah”

فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوا

“Maka bertawakallah kepadaNya.”

إِن كُنتُم مُّسْلِمِينَ

“Jika kalian orang-orang beriman.”

Demikian kata Musa kepada kaumnya. Yang mana kisahnya begitu panjang dalam beberapa ayat dan surat kita dengar. Membunuh anak laki-laki dan banyak sekali penyiksaan-penyiksaan yang luar biasa dilakukannya. Tetapi nasihat yang diberikan Nabi Musa kepada kaumnya? Nabi Musa mengatakan:

إِن كُنتُمْ آمَنتُم بِاللَّـهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوا

“Jika kalian benar-benar orang yang beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepadaNya.”

Maka kaum Nabi Musa menjawab:

لَى اللَّـهِ تَوَكَّلْنَا

“Kami benar-benar bertawakal kepada Allah.”

رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

“Ya Allah, jangan jadikan kami fitnah bagi orang-orang yang dzalim.”

Maka kisah ini memberikan kepada kita sebuah makna keimanan. Bahwa tantangan dan ancaman itu sangat kecil dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bila Allah ingin menyelamatkan kita, walaupun semua manusia ingin membinasakan kita. Kita lihat bagaimana kepada para Nabi disiksa, kisah Nabi Nuh, kisah Nabi Ibrahim. Betapa beratnya tantangan mereka hadapi?

Belum ada di antara kita mengalami penderitaan semisal yang ditanyakan oleh para sahabat. Pernah kah kita dikepung? Tiga tahun sahabat dikepung sampai mereka makan daun kayu yang kering. 

Pernahkah kita disiksa seperti Bilal, Ammar bin Yasir, belum! Kita masih penuh dengan nikmat, sangat besar nikmat Allah kepada kita. Tetapi kenapa kita banyak keluh kesah? Kenapa kita harus berkeluh kesah dengan kejadian-kejadian yang kita hadapi dalam dakwah?

Tidak ada arti keluh kesah, itu adalah bagian dari keindahan dalam dakwah. Agar kita selalu bergantung kepada Allah, agar kita tidak menganggap dakwah ini maju karena lembaga kita, karena kehebatan dan ilmu kita, tidak. Semuanya atas pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Saudaraku seiman, kita dengar lagi ketika Nabi Musa setelah keluar dari Mesir kemudian Nabi Musa meminta kepada kaumnya untuk masuk ke Baitul Maqdis dan mengusir orang-orang musyrikin di sana. Tapi apa jawab kaum Nabi Musa?

قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِنَّ فِيهَا قَوْمًا جَبَّارِينَ

“Wahai Musa, di sana ada orang-orang yang bengis sekali.”

وَإِنَّا لَن نَّدْخُلَهَا حَتَّىٰ يَخْرُجُوا مِنْهَا

“Kami tidak mau berperang melawan mereka, sampai mereka keluar dari negeri itu.”

فَإِن يَخْرُجُوا مِنْهَا فَإِنَّا دَاخِلُونَ

“Kalau mereka sudah keluar baru kami mau masuk.”

قَالَ رَجُلَانِ مِنَ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْعَمَ اللَّـهُ عَلَيْهِمَا

“Ada dua orang yang mereka punya rasa takut kepada Allah yang Allah beri nikmat kepada keduanya.”

Mereka mengatakan:

ادْخُلُوا عَلَيْهِمُ الْبَابَ

“Masuklah, lawanlah, berperanglah, berjihadlah.”

فَإِذَا دَخَلْتُمُوهُ فَإِنَّكُمْ غَالِبُونَ

“Jika kalian nanti masuk dan melawan mereka, kalian akan menang.”

وَعَلَى اللَّـهِ فَتَوَكَّلُوا

“Maka bertawakallah kalian kepada Allah.”

Ini kuncinya kemenangan. Walaupun dengan keterbatasan, sejarah para Nabi semuanya, jumlah yang sedikit, angkatan yang sedikit, alat peperangan yang begitu jauh dibawah kemampuan lawan, tapi kenapa Allah memberikan kemenangan kepada mereka? Tidak lain adalah suatu rahasia itu, mereka bertawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kisah berikutnya adalah bagaimana Syu’aib dan kaumnya yang telah beriman diancam oleh masyarakat. Apa kata kata masyarakat yang anti dengan dakwah Nabi Syu’aib?

قَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا مِن قَوْمِهِ لَنُخْرِجَنَّكَ يَا شُعَيْبُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَكَ مِن قَرْيَتِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا

“Berkatalah masyarakat-masyarakat yang menyombongkan diri dari kaum Nabi Syu’aib itu: ‘Kami akan mengusir engkau wahai Syu’aib dan orang-orang yang beriman denganmu dari negeri kami ini. Kalau tidak, kalian harus kembali ke agama nenek moyang kita.”

قَالَ أَوَلَوْ كُنَّا كَارِهِينَ

“Nabi Syu’aib mengatakan, ‘Walaupun kami enggan, tidak mau?’” (QS. Al-A’raf[7]: 88)

Baca juga   Rumah Sakit Pontianak Utara Ditargetkan Beroperasi Tahun 2022

Kata Nabi Syu’aib:

قَدِ افْتَرَيْنَا عَلَى اللَّـهِ كَذِبًا

“Jika kami mengikuti keinginan kalian, sungguh kami telah membuat kebohongan atas nama Allah.”

إِنْ عُدْنَا فِي مِلَّتِكُم

“Jika kami kembali mengikuti agama kalian.”

بَعْدَ إِذْ نَجَّانَا اللَّـهُ مِنْهَا

“Setelah Allah menyelamatkan kami dari kekufuran agama kalian.”

وَمَا يَكُونُ لَنَا أَن نَّعُودَ فِيهَا إِلَّا أَن يَشَاءَ اللَّـهُ رَبُّنَا ۚ وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا ۚ

“Tidak akan mungkin kami akan kembali kecuali Allah menghendaki, Rabb kami yang telah meliputi segala hal dengan ilmuNya.”

عَلَى اللَّـهِ تَوَكَّلْنَا

“Kami bertawakal kepada Allah dengan ancaman yang kalian lakukan terhadap kami.”

رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ

“Ya Allah, berikanlah keputusan antara kami dan kaum kami dengan kebenaran. Sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik yang memberi keputusan.” (QS. Al-A’raf[7]: 89)

Ini tiga kisah, bagaimana ancaman masyarakat yang anti dengan dakwah Nabi Syu’aib, mengancam akan diusir kecuali mau ikut kepada agama mereka kembali. Tapi Nabi Syu’aib tidak gentar. Nabi Syu’aib menutup segala ungkapan dan bantahannya dengan:

عَلَى اللَّـهِ تَوَكَّلْنَا

“Kami bertawakal kepada Allah.”

Inilah ikhwan.. Kesulitan dalam mencari rezeki, kesulitan dalam berbagai hal, tidak ada tempat kita bergantung kecuali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kita dengar pula kisah Nabi Nuh ‘Alaihis Salam:

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ نُوحٍ إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ إِن كَانَ كَبُرَ عَلَيْكُم مَّقَامِي

“Bacakan kepada umatmu hai Muhammad bagaimana kisah Nabi Nuh ketika berkata kepada kaumnya, ‘Wahai kaumku, jika adalah rasa kedudukanku lebih dari kedudukan kalian.’”

وَتَذْكِيرِي بِآيَاتِ اللَّـهِ

“Kemudian jika kalian wahai kaumku membenci apa yang telah aku ingatkan kalian dengan ayat-ayat Allah,”

فَعَلَى اللَّـهِ تَوَكَّلْتُ

“Saya bertawakal kepada Allah.”

فَأَجْمِعُوا أَمْرَكُمْ

“Silahkan kalian bersatu membuat makar.”

وَشُرَكَاءَكُمْ

“Semua sekutu-sekutu kalian.”

ثُمَّ لَا يَكُنْ أَمْرُكُمْ عَلَيْكُمْ غُمَّةً

“Kemudian janganlah keputusanmu itu dirahasiakan”

ثُمَّ اقْضُوا إِلَيَّ

“Silahkan kalian lakukan apa terhadap diriku.”

وَلَا تُنظِرُونِ

“Tidak perlu kalian banyak berfikir atau menunggu apa-apa.”

Apa kunci Nabi Nuh menghadapi hal itu? Nabi Nuh mengatakan:

فَعَلَى اللَّـهِ تَوَكَّلْتُ

“hanya kepada Allah aku bertawakal.”

Aku gantungkan segala daya dan upayaku. Karena segala sikap dan perbuatan makhluk ini berada ditangan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Demikian pula nasihat Nabi Ya’kub ketika dia mengirim anak-anaknya untuk mengambil makanan ke Mesir ketika Nabi Yusuf telah berkuasa di Mesir.

وَقَالَ يَا بَنِيَّ لَا تَدْخُلُوا مِن بَابٍ وَاحِدٍ

“Wahai anak-anakku, jangan masuk dari satu pintu saja.”

وَادْخُلُوا مِنْ أَبْوَابٍ مُّتَفَرِّقَةٍ

“Masuk dari pintu yang berbeda-beda.”

وَمَا أُغْنِي عَنكُم مِّنَ اللَّـهِ مِن شَيْءٍ

“Aku tidak bisa menyelamatkan kalian sedikitpun dari kehendak Allah.”

إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّـهِ

“Segala keputusan itu adalah milik Allah.”

عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَعَلَيْهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ

“Aku bertawakal kepadaNya, dan kepada Allah itulah sepantasnya seorang bertawakal.”

Hari ini, dunia sedang digemparkan dengan adanya musibah atau virus corona. Berbagai aktivitas-aktivitas dunia mulai diberhentikan. Yang terbaru adalah bagaimana perjalanan umroh mulai diberhentikan sementara. 

Kemudian perusahaan-perusahaan mulai terancam akan ditutup karena bahan bakunya yang tidak bisa diimport dari Cina. Berbagai negara mengalami keresahan.

Apa solusi dari semua ini? Tidak ada kata, tidak ada daya dan upaya kecuali hanya bertawakal kepada Allah, bersamaan dengan itu melakukan sebab-sebab yang dapat menyelamatkan kita dari segala hal yang akan membahayakan kita.

Sudara-saudara, itu kisah-kisah para Nabi. Menggambarkan tentang pentingnya tawakal. Baik para dai dalam dakwahnya, baik para pembisnis, pengusaha, dalam usaha-usaha mereka, guru dalam pendidikannya, apapun profesi kita. Hal yang sangat penting dalam hidup ini adalah satu kunci, yaitu adalah tawakal.

Kemudian tawakal sangat erat hubungannya dengan iman kepada Allah. Sering dikaitkan antara tawakal dengan beriman kepada Allah. Sebagaimana ayat-ayat yang telah kita bacakan sebelumnya. Kenapa?

Bertawakal kepada Allah berkaitan dengan nama Allah yang mulia Al-Aziz (Allah yang Maha Perkasa). Tidak ada satu pun yang dapat menolak keputusan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka pantaslah kita bertawakal kepada Allah karena Allah Maha Perkasa.

Kemudian Allah adalah Al-Qadir (Yang Maha Berkehendak), ditanganNya segala keputusan, tidak ada satupun terjadi di muka bumi kecuali atas kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ini adalah bentuk iman kita kepada Allah dengan nama Allah, yaitu Al-Qadir.

Baca juga   Jangan Menunda-Nunda Beramal Baik

Kemudian juga berkaitan dengan nama Allah yang lain, yaitu Al-Jabbar (Yang Maha Perkasa lagi Maha Berkuasa). Semua Dia yang berkendak. Tidak ada yang dapat menolak keputusan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kemudian nama Allah adalah Al-Qawiy (Yang Maha Kuat). Tidak ada tempat kita untuk bergantung dan memohon pertolongan kecuali kepada Dzat Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, Yang Maha Besar.

Saudara-saudaraku, dari nama-nama Allah ini, maka kita akan semakin kuat tawakal kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Apaun kekuatan yang dilakukan oleh manusia, Allah cukup mengirim satu virus saja manusia tidak mampu menghadapinya. 

Bagaimana dengan azab-azab Allah yang telah Allah ceritakan kepada Firaun? Diazabnya dengan kutu, diazab dengan belalang atau dengan kodok dan segala macamnya. Tidak ada dari hal ini kecuali kita hanya tinggal dan kesombongan kita, kebanggaan kita kepada apa yang kita miliki, semua itu atas pemberian Allah dan pertolongan Allah.

Maka dari itu, tawakal memiliki hubungan dengan rasa syukur. Orang bertawakal kepada Allah, ketika dia diselamatkan Allah dia bukan mengatakan, “Ini berkat karena bisanya pencegahan alat-alat pendeteksi musibah kita.” Bukan. Orang yang betawakal akan mengatakan, “Ini semua atas pertolongan Allah.”

Maka dia bersyukur. Saya sukses, saya berhasil dalam usaha, mendapatkan ilmu, bukan dia banggakan kecerdasannya dalam berbisnis, kecerdasan dalam mencari ilmu. Tapi semua adalah atas nikmat Allah, pemberian Allah, dia bersyukur kepada Allah.

Kalimat tawakal juga sangat erat hubungannya dengan rasa sabar. Musibah dan musibah yang kita hadapi tidak ada jalan lari kemanapun kecuali hanya bertawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sekecil apapun musibah pada diri kita, tidak ada jalan untuk membuat jiwa kita tenang kecuali hanya betawakal kepada Allah.

Oleh sebab itu tawakal memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan kita, dalam keimanan kita. Tawakal akan menjauhkan kita dari putus asa kepada rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala, tawakal akan menjauhkan kita dari rasa frustasi dan takut kepada siapapun akan hilang dalam diri kita karena kita hanya bertawakal dan bergantung kepada Allah. Dzat yang harus kita takuti adalah Al-Aziz, Al-Jabbar, Al-Qawiy, Al-Adzim. Itu yang perlu kita takuti, yang perlu kita gantungi dalam hidup ini.

Demikian saudaraku seiman, sungguh tawakal adalah sangat penting bagi kehidupan kita. Apalagi yang tadi kita jelaskan, begitu banyaknya hal-hal yang menakutkan dalam perjalanan hidup kita ini. 

Penguasa yang tidak henti-hentinya melakukan kezaliman, keadilan tidak ada, segala hal menyebabkan pemikiran kita kacau, tidak ada yang perlu kita kacaukan dalam pemikiran kita. Tawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah cara yang paling kuat untuk menghadapi segala persoalan hidup ini.

Demikian yang dapat kita jelaskan dalam khutbah yang singkat ini.

أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم

KHUTBAH KEDUA

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، نبينا محمد و آله وصحبه ومن والاه، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنَّ محمّداً عبده ورسولهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

  اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، فَيَا قَاضِيَ الحَاجَات

اللهم تقبل أعمالنا يا رب العالمين، اللهم وتب علينا إنك أنت التواب الرحيم، اللهم اصلح ولاة أمورنا يا رب العالمين، واجعلنا من التوابين واجعلنا من المتطهرين

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عباد الله:

إِنَّ اللَّـهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

فَاذْكُرُوا الله العَظِيْمَ يَذْكُرْكُم، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُم، ولذِكرُ الله أكبَر.

Ustadz DR Ali Musri Semjam Putra MA

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mimbar Islam

Berikut Doa Harian Ketika Ingin Melakukan Aktivitas Sehari-Hari

Published

on

By

Berikut Doa Harian Ketika Ingin Melakukan Aktivitas Sehari-Hari

Gencil News– Doa merupakan salah satu cara untuk kita meminta perlindungan dari marabahaya dan sebagainya. Doa juga bisa menjadi penghubung kita dengan sang pencipta

Dalam melaksanakan aktvitas sehari-hari juga harus diawali dengan doa. Berikut doa harian dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari :

1.Doa Mеmаkаі Baju/Berpakaian

اَللّهُمَّ اِنِّيْ أَسْـأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِمَاهُوَلَهُ,وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّمَاهُوَلَهُ.

Bismillaahi, Alloohumma innii as-aluka min khoirihi wa khoiri maa huwa lahuu wa’a’uu dzubika min syarrihi wa syarri maa huwa lahuu

Artinya : “wаһаі tuhanku,berilah aku kebaikan dengan pakaian іnі, ԁаn hindarkanlah aku dari kејаһаtаn yang ditimbulkan”.

2. Doa Kеtіkа Membuka/Mеӏераѕ Pakaian

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ أَذْهَبَ عَنِّى اْلأَذَاى وَعَافَانِيْ.

Bismillaahil ladzii laa ilaaha illaa huwa

Artinya: “Dengan nаmа Allah уаng tiada tuhan sеӏаіn ԁіа”.

3. Doa Mеmаkаі Pakaian Baru

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِىْ كَسَانِىْ هَذَا وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّىْ وَلاَقُوَّةٍ

Baca juga   Pelaku Perkosaan Anak di Tahanan Polsek Ditangkap, Polri Minta Maaf

Alhamdu lillaahil ladzii kasaanii hadzaa wa rozaqoniihi min ghoiri hawlim minni wa laa quwwatin

Artinya: “sеgаӏа puji bagi Aӏӏаһ yang memberi aku раkаіаn іnі dan memberi rezeki dengan tiada upaya ԁаn kekuatan dariku”

4. Doa Ketika Bercermin

اَللَّهُـمَّ كَمَا حَسَّـنْتَ خَلْقِـيْ فَحَسِّـنْ خُلُقِـيْ

Allohumma kamaa hassanta kholqii fahassin khuluqii

Artinya : “Yа Allah sebagaimana engkau telah сірtаkаn aku dengan baik, maka perbaikilah akhlakku”

5. Doa Sааt Bersiwak

اَللَّهُمَّ بَيِّضْ بِهِ أَسْنَانِيْ وَشُدَّ بِهِ لِثَّتِيْ وَثَبِّتْ بِهِ لَهَاتِي وَأَفْصِحْ بِهِ لِسَانِيْ وَبَارِكْ لِيْ فِيْهِ وَأَثِبْنِيْ عَلَيْهِ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Artinya : “уа Allah putihkan gigiku ԁаn kuatkan gusiku, ѕегtа kuatkan lahatku (daging уаng tυmьυһ ԁі аtаѕ langit-ӏаngіt mυӏυt) dan fasihkan lidahku dengan siwak itu serta berkatilah siwak tersebut dan berilah раһаӏа aku kагеnаnуа wаһаі dzat paling mengasihi ԁіаntага para pengasih.”

Baca juga   Rumah Sakit Pontianak Utara Ditargetkan Beroperasi Tahun 2022

6. Doa Setelah Adzan

اَللهُمَّ رَبَّ هذِهِ الدَّعْوَةِ التَّآمَّةِ، وَالصَّلاَةِ الْقَآئِمَةِ، آتِ مُحَمَّدَانِ الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَالشَّرَفَ وَالدَّرَجَةَ الْعَالِيَةَ الرَّفِيْعَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًامَحْمُوْدَانِ الَّذِىْ وَعَدْتَهُ اِنَّكَ لاَتُخْلِفُ الْمِيْعَادَ يَآاَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Artinya :”уа Allah tuhan уаng mеmіӏіkі seruan yang sempurna ԁаn shalat yang tetap didirikan, kurniailah nabi Muhammad wаѕіӏаһ (tеmраt уаng luhur) dan kelebihan ѕегtа kemuliaan dan ԁегајаt уаng tinggi ԁаn tempatkanlah dia раԁа kependudukan уаng terpuji уаng tеӏаһ engkaujanjikan, sesungguhnya еngkаu tіаԁа menyalahi janji, wahai dzat yang paling penyayang”.

7. Doa Setelah Iqamah

اَقَامَهَااللهُ وَاَدَامَهَا مَادَامَتِ السَّمَوَاتُ وَاْلاَرْضُ

Artinya : “Semoga Aӏӏаһ mеnеgаkkаn ԁаn mengekalkan ѕһаӏаt selama masih аԁа langit ԁаn bumi”.

8. Doa Menuju Masjid

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ فِىْ قَلْبِى نُوْرًا وَفِى لِسَانِىْ نُوْرًا وَفِىْ بَصَرِىْ نُوْرًا وَفِىْ سَمْعِىْ نُوْرًا وَعَنْ يَسَارِىْ نُوْرًا وَعَنْ يَمِيْنِىْ نُوْرًا وَفَوْقِىْ نُوْرًا وَتَحْتِىْ نُوْرًا وَاَمَامِىْ نُوْرًا وَخَلْفِىْ نُوْرًا وَاجْعَلْ لِّىْ نُوْرًا

Baca juga   Arab Saudi Kembali Buka Umrah Untuk Jemaah Indonesia

Artinya : “ya Allah, jadikanlah dihatiku саһауа, pada lisanku cahaya dipandanganku саһауа, ԁаӏаm pendengaranku саһауа, dari kananku cahaya, ԁагі kiriku cahaya, ԁагі atasku саһауа, dari bawahku cahaya, dari depanku саһауа, belakangku cahaya, ԁаn jadikanlah untukku саһауа.” (H.R. Bukhari ԁаn mυѕӏіm)

Continue Reading

Mimbar Islam

Khutbah Jumat Bulan Maulid: Nabi Muhammad Perintahkan untuk Optimis

Published

on

Khutbah Jumat Bulan Maulid: Nabi Muhammad Perintahkan untuk Optimis

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَناَ أَنْ نُصْلِحَ مَعِيْشَتَنَا لِنَيْلِ الرِّضَا وَالسَّعَادَةِ، وَنَقُوْمَ بِالْوَاجِبَاتِ فِيْ عِبَادَتِهِ وَتَقْوَاهْ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ مَنْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمّا بَعْدُ  فَيَا عِبَادَ الله، اُوْصِيْنِي نَفْسِي بِتَقْوَى الله، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. يَا أَيُّهَا الّذين آمنوا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Jamaah yang Dirahmati Allah
Wasiat penting yang selalu disampaikan khatib ketika berada di atas mimbar adalah untuk selalu meningkatkan takwallah.

Yakni menjalankan perintah dan menjauhi yang dilarang. Hal tersebut bukan semata diingatkan, namun hendaknya menjadi perenungan agar dalam setiap pekan, ada peningkatan takwallah dalam keseharian.

Itu ditunjukkan dalam semua kegiatan hidup baik di dalam rumah, jalan, tempat kerja dan di mana saja kita berada.

Yakinlah bahwa dengan takwallah, persoalan di negeri ini dan juga masalah pribadi dan kemasyarakatan akan bisa diurai dengan baik. Karenanya, pastikan takwallah adalah bagian dari introspeksi dalam kesempatan yang mulia ini.

Hadirin yang Berbahagia
Di tengah kondisi pandemi yang masih melingkupi negeri ini, marilah kita merenung firman Allah berikut ini:


   وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ، الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ    

Artinya: Dan sungguh Kami uji kalian dengan sedikit rasa ketakutan, lapar, kekurangan harta benda, jiwa, buah buahan. Dan berilah kabar gembira orang orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang ditimpa musibah, mereka mengatakan: ‘Sesungguhnya kami milik Allah, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada-Nya. Mereka itulah orang yang akan mendapatkan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang mendapatkan hidayah. (QS Al-Baqarah: 155-157)

Hadirin Rahimakumullah 

Dari ayat tadi bisa kita telaah bahwa kehidupan manusia itu selalu berubah. Roda kehidupan selalu berputar, terkadang kita jumpai kemudahan dalam segala bidang, dan pada lain waktu, kita temukan kesulitan hidup. Di satu saat kita bisa bersedih, di saat lain kita bisa tiba-tiba menjadi gembira. Semua dinamika ini dinamakan sebagai ujian dari Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ agar iman kita bisa menjadi tebal, kedekatan kita kepada Allah akan selalu bertambah.    

Baca juga   Masih Banyak Dosa? Yuk Hafalkan Doa untuk Minta Ampun pada Allah Ta’alaa

Dalam kitab matan al-Kharidah al-Bahiyyah, Syekh Ahmad Dardir mendendangkan sebuah syair:


   وَكُنْ عَلَى آلَائِهِ شَكُوْرًا، وَكُنْ عَلَى بَلاَئِهِ صَبُوْرًا   

Artinya: Dan bersyukurlah atas nikmat-nikmat Allah, dan bersabarlah atas cobaan-cobaan-Nya.   

Qasidah ini menjelaskan tentang tugas kita, agar pandai-pandai bersyukur atas karunia Allah. Anugerah yang diberikan tidak membuat kita lena tentang bagaimana cara menggunakan nikmat tersebut secara baik dan benar. Begitu pula sebaliknya. 

Pada waktu kita diuji dengan cobaan oleh Allah, tugas kita adalah bersabar. Kita harus selalu ber-husnuddzan kepada Allah. Kita perlu yakin, Allah akan memberikan kemudahan kepada kita, mungkin saja nanti atau di kemudian hari.    

Allah berfirman:

    فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ، إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا    

Artinya: Sesungguhnya bersama kesulitan, ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan, ada kemudahan. (QS As-Syarh: 5-6)   

Di ayat ini, Allah mengulangi tentang kebersamaan antara kesulitan pasti akan ada kemudahan, itu pasti. Bahkan Allah mengulangi sampai dua kali. Kita tidak boleh meragukan firman Allah ini.    

Dalam sebuah hadits qudsi, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radliyallâhu anh, Allah berfirman:


   خَلَقْتُ عُسْرًا وَاحِدًا وَخَلَقْتُ سَيْرَيْنِ   

Artinya: Allah berfirman: Aku ciptakan kesulitan satu, tetapi di situ pula aku ciptakan dua kemudahan.    

Hadirin yang Dirahmati Allah
Sekarang ini, di antara kita mungkin sedang bertani, namun gagal panen. Atau panen sukses tapi harganya tidak sesuai harapan. Yang menjadi pelajar, nilai yang diperoleh kurang sesuai harapan. Yang kerja kantor, ada masalah di kantornya. Yang berdagang ditipu orang. Hal tersebut bisa saja menimpa kita. Di saat-saat demikian, kita tetap harus menata hati untuk memosisikan Allah pada dugaan yang selalu baik.    

Firman Allah dalam hadits qudsi menyebutkan:


   أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِيْ بِيْ   

Artinya: Aku itu berada pada posisi dugaan hamba-Ku kepada-Ku.    

Maksudnya, jika kita meyakini Allah tidak akan bisa menyelesaikan masalah kita, masalah kita pun tidak akan kelar. Apabila kita yakin bahwa Allah bisa menyelesaikan urusan kita yang menurut ukuran kita itu sangat rumit, Allah pun akan menyelesaikan problem tersebut dengan skenarionya yang indah.   

Baca juga   Sidiq Handanu: Pontianak Seharusnya di Level 2

Maka yang patut kita panjatkan kepada Allah bukan kalimat: Ya Allah, masalahku sungguh besar. Bukan. Namun, dengan kalimat Masalah! Allah-ku maha paling besar. Seberapa besar masalah kita, Allah lebih agung daripada masalah kita.    

Hadirin Rahimakumullah
Perihal kesulitan, dari Ibnu Mas’ud menyebutkan:


   وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَوْ كَانَ الْعُسْرُ فِيْ حُجْرٍ لَطَلَبَهُ الْيُسْرُ حَتَى يَدْخُلَ عَلَيْهِ وَلَنْ يَغْلِبَ عُسْرٌ يُسْرًا   

Artinya: Demi Allah, seandainya kesulitan, keterpurukan, kegagalan itu berada dalam suatu lubang, pasti kemudahan akan mencarinya hingga bisa merangsek masuk. Dan kesulitan tidak akan bisa mengalahkan kemudahan. Dalam arti, kemudahan pasti akan menang.   

Hadirin Hafidhakumullâh
Solusi terbaik menghadapi hidup adalah optimisme.


    اَلْيَقِيْنُ اَلْعِلْمُ كُلُّهْ   

Artinya: Optimisme merupakan sumber keilmuan, apa saja.   

Mari kita bangun optimisme, sembari sambil membenahi kekurangan-kekurangan yang ada pada diri kita, kita evaluasi sikap kita, kinerja kita, dengan tetap mengutamakan doa, munajat kepada Allah subhânahu wa ta’âlâ yang rajin, shalat malam, supaya masalah kita diselesaikan oleh Allah dengan cara-Nya yang indah, insyaallah kita akan diberikan jalan keluar dari aneka krisis tersebut.    

Rasulullah shallalâhu alaihi wa sallam bersabda:


   أَفْضَلُ الْعِبَادَةِ إِنْتِظَارُ الْفَرَجِ   

Artinya: Sebaik-baik ibadah adalah menanti kegembiraan.   

Yang dimaksud Rasulullah kira-kira adalah optimisme menyambut datangnya kebahagiaan itu merupakan ibadah yang agung. Bagaimana kalau tidak agung apabila semua umat muslim di muka bumi ini berputus asa, tidak ada yang mau berusaha. Padahal putus asa merupakan suatu hal yang harus kita hindari. Lawan kata putus asa adalah optimisme, keyakinan yang tangguh.   

Pesan Nabi Ya’qub kepada anak-anaknya yang disebutkan dalam Al-Qur’an:


    وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ    

Artinya: Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang kafir. (QS Yusuf: 87)   

Dengan demikian, ada beberapa pelajaran yang perlu kita petik dari khutbah kali ini: 

1.    Semua orang akan dipenuhi rasa jika tidak sedang bahagia, maka dia sedang berduka. Jika bahagia, sikapnya harus bersyukur, jika berduka harus bersabar.    

2.    Berdoa atau memohon kepada Allah dengan penuh optimisme itu sangat penting.


    وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ     

Baca juga   Dan Ramadhanku Pergi namun Kita Belum Tentu Bertemu Kembali

Artinya: Jika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku sangat dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran. (QS Al-Baqarah: 186)    

Dalam cerita Nabi Yunus saat dia ditelan oleh ikan, berkat doa yang ia panjatkan, Allah kemudian mengabulkan. Dzin Nun atau yang terkenal dengan nama Nabi Yunus pun akhirnya bisa keluar dari perut ikan. Sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Said bin Abi Waqash adalah:


     دَعْوَةُ ذِي النُّوْنِ إِذَا دَعَا رَبَّهُ وَهُوَ فِيْ بَطْنِ الْحُوْتِ: لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَك َإِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ.  لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِيْ شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتُجِيْبَ لَهُ   

Artinya: Doa Nabi Yunus ketika berada di perut ikan yang besar adalah ‘Lâ ilâha illâ anta, subhânaka innî kuntu minadh dhâlimîn.’ Tidak ada seorang muslim satu pun yang berdoa memakai kalimat itu kecuali dikabulkan doanya   


3.    Pentingnya berhusnudhan kepada Allah ta’âlâ. Berprasangka baik merupakan kunci kebahagiaan    

4.    Bagi orang yang sedang dirundung duka, penuh cobaan hidup, hendaknya memperbanyak doa:


    لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَك َإِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ   لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ العَظِيْمُ الحَلِيْمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ العَرْشِ العَظِيْمُ  لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ رَبُّ العَرْشِ العَظِيْمُ   

Atau:

   يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ   

Atau:


   الله الله رَبِّي لَا أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا   

Semoga kita tergolong orang-orang yang diberikan anugerah bisa mensyukuri aneka macam nikmat Allah. Andai saja kita diberi cobaan, semoga kita dianugerahi sabar dan optimisme serta pribadi yang selalu dekat kepada Allah baik dalam keadaan suka maupun duka.


    بارك الله لى ولكم فى القرأن العظيم، وجعلني واياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم. إنه هو البر التواب الرؤوف الرحيم. أعوذ بالله من الشيطن الرجيم، بسم الله الرحمن الرحيم، وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3) ـ  وقل رب اغفر وارحم وأنت ارحم الراحمين

Sumber Khutbah Jum’at ini dipublikasi pada https://jatim.nu.or.id/ 

Continue Reading

Mimbar Islam

Tata Cara Shalat Jenazah Lengkap Jenazah Perempuan Dan Laki-Laki

Published

on

By

Tata Cara Shalat Jenazah Lengkap Jenazah Perempuan Dan Laki-Laki
Tata Cara Shalat Jenazah Perempuan Dan Laki-Laki

Gencil News – Shalat jenazah merupakan sunnah yang harus dilakukan ketika ada orang muslim yang meninggal. Hukumnya fardhu kifayah, yakni wajib dilakukan bersama-sama dan bukan perseorangan. Jadi, jika ada sebagian kaum muslimin memenuhinya, orang yang tidak melakukannya tidak berdosa.

Namun jika tidak ada sama sekali yang melaksanakannya, maka seluruh kaum muslimin terkena dosa.

Berikut adalah rukun shalat jenazah yakni:

  • Niat
  • Berdiri bagi yang mampu
  • Empat kali takbir
  • Mengangkat tangan pada takbir pertama
  • Membaca surat Al-Fatihah
  • Membaca sholawat
  • Berdoa untuk jenazah
  • Salam

Ada perbedaan lafal niat bagi jenazah perempuan dan juga laki-laki.

Lafadz niat sholat untuk jenazah laki-laki yakni: 

“Ushollii ‘alaa haadzal mayyiti arba’a takbirootin fardhol kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa,”.

Artinya: “Saya niat sholat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Lafadz niat sholat untuk jenazah perempuan yakni: 

“Ushollii ‘alaa haadzihill mayyitati arba’a takbirootin fardhol kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa,”.

Artinya: “Saya niat sholat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Tata cara shalat jenazah lengkap dengan bacaan adalah sebagai berikut;

1. Takbir Pertama

Setelah membaca niat, segera lakukan takbiratul ihram dengan meletakkan tangan di atas pusar sebagaimana shalat pada umumnya, lalu membaca surat Al-Fatihah. yaitu: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Yang Menguasai Hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS Al Fatihah:1-7).

Baca juga   Sidiq Handanu: Pontianak Seharusnya di Level 2

2. Takbir Kedua

Takbir dilakukan sambil mengangkat tangan setinggi telinga atau sejajar bahu. Kemudian kembali meletakkan tangan di atas pusar. Setelah itu membaca sholawat Nabi dan bisa memilih sholawat Ibrahimiyah yang dianggap lebih afdhol, yakni:

“Allohumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shollaita ‘alaa Ibroohiima wa ‘alaa aali Ibroohim, innaka hamiidum majiid. Allohumma baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa Ibroohiima wa ‘alaa aali Ibroohim, innaka hamiidum majiid.”

Artinya: “Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

3. Takbir Ketiga

Membaca takbir sambil mengangkat tangan setinggi telinga atau sejajar bahu. Lalu kembali meletakkan tangan di atas pusar. Setelah itu membaca doa untuk jenazah. Doa sholat jenazah ini sebagaimana hadits riwayat Muslim dalam Shahih-nya:

Baca juga   Andi Dhirgam Yakin Atlet Esport Kalbar Bisa Berpretasi di PON XX Papua

“Allohummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wawassi’ mudkholahu waghsilhu bil maa-i wats tsalji wal barod. Wa naqqihi minal khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danas. Wa abdilhu daaron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa zaujan khoiron min zaujihi wa adkhilhul jannata wa a’idzhu min ‘adzaabin qobri au min ‘adzaabin naar.”

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dia. Bebaskanlah dan maafkanlah dia. Luaskanlah kuburnya dan mandikanlah ia dengan air, salju dan embun. Sucikan ia dari seluruh kesalahan seperti dibersihkannya kain putih dari kotoran. Berikan ia rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Lalu masukkanlah ia ke dalam surga dan lindungilah ia dari cobaan kubur dan azab neraka.”

Selain itu, ada juga doa lain yang bisa dibacakan untuk perempuan.Untuk jenazah perempuan, bacaan sholat jenazah adalah:

“Allohummaghfirlahaa warhamhaa wa’aafihaa wa’fu ‘anhaa wa akrim nuzulahaa wawassi’ mudkholahaa waghsilhaa bil maa-i wats tsalji wal barod. Wa naqqihaa minal khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danas. Wa abdilhaa daaron khoiron min daarihaa wa ahlan khoiron min ahlihaa wa zaujan khoiron min zaujihaa wa adkhilhal jannata wa a’idzhaa min ‘adzaabin qobri au min ‘adzaabin naar.”

Ada juga bacaan doa sholat jenazah yang lebih singkat, yakni: “Allohummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu,”. Artinya: “Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dia. Bebaskanlah dan maafkanlah dia.”

Untuk jenazah perempuan, doa singkat tersebut menjadi: “Allohummaghfirlahaa warhamhaa wa’aafihaa wa’fu ‘anhaa.”

4. Takbir Keempat

Sambil mengangkat tangan setinggi telinga atau sejajar bahu, lalu meletakkan tangan di atas pusar lagi. Lalu berdoa dengan doa untuk jenazah dan orang-orang yang ditinggalkan. Doa tersebut sebagaimana dalam hadits riwayat Abu Dawud, yakni:

Baca juga   Masih Banyak Dosa? Yuk Hafalkan Doa untuk Minta Ampun pada Allah Ta’alaa

“Allohumma laa tahrimnaa ajrohu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu.” Artinya: “Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan cobai kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia.”

Jika jenazahnya perempuan, maka doa sholat jenazah setelah takbir keempat menjadi: “Allohumma laa tahrimnaa ajrohaa wa laa taftinnaa ba’dahaa waghfirlanaa walahaa),”.

5. Salam

Yakni mengucapkan salam sambil memalingkan kepala ke kanan dan ke kiri sebagaimana sholat lainnya.

“Assalaamu’alaikum warohmatulloohi wabarookaatuh.” Artinya: “Semoga keselamatan rahmat Allah dan berkah-Nya limpahkan kepada kalian.”

Continue Reading

Mimbar Islam

Doa Sebelum Dan Sesudah Belajar Lengkap Dengan Tata Caranya

Published

on

By

Doa Sebelum Dan Sesudah Belajar Lengkap Dengan Tata Caranya

Gencil News- Setiap hendak melaksanakan aktivitas sehari-hari, sebagai muslim kita harus melakukan doa untuk memohon pertolongan, petunjuk serta pertolongan dari Allah Swt.

Salah satunya ketika kita ingin melaksanakan dan memulai belajar. Hal ini agak bisa mendapatkan pahal serta kelancaran dalam menyerap ilmu yang diberikan

Berikut adalah bacaan doa sebelum belajar dan doa setelah belajar:

Doa Sebelum Belajar

رَضِتُ بِااللهِ رَبَا وَبِالْاِسْلاَمِ دِيْنَا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيَا وَرَسُوْلاَ رَبِّ زِدْ نِيْ عِلْمًـاوَرْزُقْنِـيْ فَهْمًـا

Rodhitu billahirobba, wabil islaamidina, wabi-muhammadin nabiyyaw warosula. Robbi zidnii ‘ilmaa warzuqnii fahmaa

Artinya: “Aku ridho Allah SWT sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul. Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu dan berikanlah aku pengertian yang baik”

رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا وَارْزُقْنِيْ فَهْمًا وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ

Baca juga   Ramadhan 2021 Berapa Hari Lagi? Berikut Penjelasannya

Robbi zidnii ‘ilma warzuqni fahma, waj’alnii minash-shoolihiin

Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah aku ilmu dan berikanlah aku rizqi akan kepahaman, Dan jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang shaleh”

Doa Sesudah Belajar

اَللّ هُمَّ اِنِّى اِسْتَوْدِعُكَ مَاعَلَّمْتَنِيْهِ فَارْدُدْهُ اِلَىَّ عِنْدَ حَاجَتِىْ وَلاَ تَنْسَنِيْهِ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Allaahumma inni istaudi’uka maa ‘allamtanihi fardud-hu ilayya ‘inda haajati wa la tansanihi ya robbal ‘alamiin

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya ku titipkan kepada-Mu apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, maka kembalikanlah dia kepadaku disaat aku membutuhkannya. Janganlah Engkau buat aku lupa kepadanya. wahai Tuhan pemelihara alam.”

اَللّ هُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّـبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

Allahumma arinal haqqa haqqa warzuqnat tibaa’ah. Wa arinal baathila ba-thilan warzuqnaj tinaabahu

Baca juga   Mulut yang Keji dan Tabiat yang Kasar, Tempatnya nanti di Neraka

Artinya: “Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran, sehingga kami dapat mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami kejelekan sehingga kami dapat menjauhinya”

رَبَّنَا انْفَعْنَا بِمَاعَلَمْتَنَا الَّذِيْ يَنْفَعُنَا وَزِدْنَا عِلْمًا وَالْحَمْدُلِلّ هِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

Rabbanan fa’naa bima ‘alamtanaldzi yanfa’una wa zidna ‘ilman walhamdulillahi ‘ala kullihal

Artinya: “Ya Tuhan kami, jadikanlah ilmu kami ilmu yang bermanfaat, ajarkan kami apa-apa yang bermanfaat bagi kami serta tambahkan ilmu bagi kami, segala puji hanya bagi Allah dalam setiap keadaan.”

Tata Cara Berdoa

Dikutip dari Buku Kumpulan Doa Sehari-hari Kemenag Jatim, berikut tata cara beroda:

1. Menghadap Kiblat.

2. Membaca Hamdalah atau Pujian, Istighfar, dan Shalawat.

3. Dengan Suara Lembut dan Rasa Takut.

4. Yakin Akan Dipenuhi.

Waktu yang Paling Baik untuk Berdoa

Baca juga   Xiaomi Lakukan Pemblokiran Smartphone-nya ke Sejumlah Negara

1. Antara azan dan Iqamat.

2. Menjelang waktu shalat dan sesudahnya.

3. Waktu sepertiga malam yang terakhir.

4. Sepanjang hari jum’at.

5. Antara Dzuhur dan Ashar, serta Ashar dan Maghrib.

6. Ketika Khatam membaca Al-Qur’an.

7. Ketika Turun hujan.

8. Ketika melakukan Tawaf.

9. Ketika menghadapi musuh di medan perang.

10. Dalam berdoa sebaiknya di ulang 3 (tiga) kali.

Tempat-tempat yang Baik untuk Berdoa

1. Di depan dan didalam Kabah.

2. Di masjid Rasulullah saw.

3. Di belakang makam Nabi Ibrahim as.

4. Di atas bukit Safa dan Marwah.

5. Di Arafah, di Muzalifah, di Mina dan disisi jamarat yang tiga.

6. Di tempat-tempat yang mulia lainnya seperti Masjid atau Mushalla.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING